Wali Kota Pekanbaru Prediksi Dua Minggu Lagi Pekanbaru Zona Hijau
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:23 WIB
loading...
Wali Kota Pekanbaru Firdaus, di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2020).
A
A
A
PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru Firdaus memprediksi dua minggu ke depan kalau tidak ada penambahan kasus positif COVID-19, Kota Pekanbaru masuk ke zona hijau.
Walikota mengatakan, saat ini rasio penularan virus korona atau COVID-19 di bawah angka 1. Secara umum atau data nasional, Provinsi Riau kini sudah masuk zona hijau. Sebab, hanya dua provinsi di Indonesia yang masih zona merah.
"Alhamdulillah kita sekarang berstatus zona kuning, pasien positif COVID-19 yang masih dirawat tinggal 9 orang dan rasio penularan kita 0,8. Kalau dua minggu ke depan tidak ada lagi yang dirawat, kita bisa masuk zona hijau," kata Wali Kota, Selasa (7/7/2020).
Wali Kota meminta agar masyarakat tetap waspada dan bersikap jujur jika mengalami gejala-gejala seperti COVID-19. Masyarakat diminta segera lakukan pemeriksaan ke tempat layanan kesehatan atau rumah sakit.
Sehingga, penanganan dapat segera dilakukan dan penularan semaksimal mungkin dapat ditekan. Pemerintah Kota (Pemkot) juga secara mobile masih jemput bola untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.
Walikota mengatakan, saat ini rasio penularan virus korona atau COVID-19 di bawah angka 1. Secara umum atau data nasional, Provinsi Riau kini sudah masuk zona hijau. Sebab, hanya dua provinsi di Indonesia yang masih zona merah.
"Alhamdulillah kita sekarang berstatus zona kuning, pasien positif COVID-19 yang masih dirawat tinggal 9 orang dan rasio penularan kita 0,8. Kalau dua minggu ke depan tidak ada lagi yang dirawat, kita bisa masuk zona hijau," kata Wali Kota, Selasa (7/7/2020).
Wali Kota meminta agar masyarakat tetap waspada dan bersikap jujur jika mengalami gejala-gejala seperti COVID-19. Masyarakat diminta segera lakukan pemeriksaan ke tempat layanan kesehatan atau rumah sakit.
Sehingga, penanganan dapat segera dilakukan dan penularan semaksimal mungkin dapat ditekan. Pemerintah Kota (Pemkot) juga secara mobile masih jemput bola untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.
Lihat Juga :