Ada Indikasi Pungli, Satgas Saber Pungli Selidiki Lahan PG Jatitujuh

Minggu, 25 November 2018 - 16:50 WIB
Ada Indikasi Pungli,...
Ada Indikasi Pungli, Satgas Saber Pungli Selidiki Lahan PG Jatitujuh
A A A
INDRAMAYU - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenko Polhukam melakukan penyelidikan adanya dugaan pungli dalam kasus penyerobotan lahan perkebunan tebu Pabrik Gula Jatitujuh seluas 5.000 hektare milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Tindakan itu dinilai berpotensi dapat merugikan negara sebesar Rp4,2 triliun dengan perhitungan luas lahan 4.200 hektare.

"Ada informasi dan indikasi oknum-oknum tertentu yang meminta uang kepada masyarakat dan ada unsur penipuan," ungkap Sekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Pol Widiyanto Poesoeko dalam keterangan persnya belum lama ini.

Irjen Pol Widiyanto menyebut, indikasi tersebut terlihat dari adanya warga yang diiming-imingi akan diberikan lahan di wilayah PG Jatitujuh oleh sejumlah oknum. Bahkan, warga juga dimintai uang oleh oknum tersebut.

"Kalau dimintai uang tanpa ada dasar hukumnya, itu namanya pungli. Bahkan bisa juga mengarah pada penipuan," kata Widi.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku tindakan tersebut. Setelah nanti data dan faktanya ditemukan, maka akan segera dilakukan penindakan.

Senior Executive Vice Presiden PT RNI, Rahmat Hidayat menjelaskan kepada wartawan bahwa kebutuhan gula nasional yaitu 3,5 juta ton per tahun dengan pasokan 1,3 juta dari PT RNI selaku BUMN, sedangkan sisanya harus diimpor. Menurutnya, hal ini juga menjadi persoalan ketahanan nasional.

"Semenjak 3 tahun lalu produksi gula turun lebih dari 50% akibat adanya gangguan di Jatitujuh yakni penjarahan di lebih dari 5.000 Ha di lahan PT RNI. Penjarahan di lahan tersebut adalah merupakan lahan negara karena yang paling berhak menuntut adalah Kementeri KLHK dan sudah mendapat sertifikat HGU," kata Rahmat.

Ia mengatakan, karena kasus ini PT RNI juga mengalami kerugian hingga Rp 200 miliar. Dengan rincian tebu yang dihasilkan di lahan PG Jatitijuh rata-rata mencapai 70 ton per hektare. Jika dikalikan dengan luas lahan yang diserobot yakni sekitar 5.000 hektare maka bahan baku yang hilang setidaknya sekitar 350 ribu ton.

"Kami berharap tim Satgas Saber Pungli bisa segera mengatasi masalah ini," pungkas Rahmat.
(rhs)
Berita Terkait
Diduga Marak Pungli...
Diduga Marak Pungli di Sekolah, FAGI Minta Gubernur Bentuk Tim Investigasi
Penanganan Kasus Pokir...
Penanganan Kasus Pokir DPRD Karawang Selesai, Kejari: Hasilnya Nanti Disampaikan
Marak Pungutan Liar...
Marak Pungutan Liar THR Lebaran, Ridwan Kamil: Lapor ke Saber Pungli Jabar
Uang Pesangon Diduga...
Uang Pesangon Diduga Dipotong Oknum Perusahaan, Ratusan Mantan Karyawan Pabrik Meradang
Dedi Mulyadi Larang...
Dedi Mulyadi Larang Adanya Sumbangan di Jalan Raya Mulai Hari Ini
Parah, Oknum Aparat...
Parah, Oknum Aparat Desa di Karawang Sunat Dana BST Rp 300 Ribu
Berita Terkini
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
20 menit yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
1 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
2 jam yang lalu
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
2 jam yang lalu
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved