Gunakan Hak Diskresi, Ketua DPRD DKI Ketuk 3 Pos Anggaran Kontroversi

Kamis, 22 November 2018 - 22:01 WIB
Gunakan Hak Diskresi,...
Gunakan Hak Diskresi, Ketua DPRD DKI Ketuk 3 Pos Anggaran Kontroversi
A A A
JAKARTA - Meski diwarnai penolakan dan aksi walk out, DPRD akhirnya menyetujui tiga pos anggaran "kontroversi" Pemprov DKI Jakarta pada 2019 mendatang. Pos anggaran itu meliputi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Gema Narkoba, dan pembuatan Film Pendek.

“Ini merupakan hak diskresi (kebebasan mengambil keputusan sendiri) dari Ketua Dewan. Kami anggap setuju dengan anggaran ketiganya,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, saat menutup rapat Banggar, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Ketok palu Prasetyo memang tidak berjalan mulus. Banyak penolakan yang datang dari anggota Dewan. Seperti saat membahas anggaran gaji dan operasional TGUPP, politisi Nasdem Bestari Barus menjadi paling keras menyampaikan penolakan.

Ia menilai anggaran yang diajukan sebesar Rp20 miliar untuk TGUPP sangat berlebihan. Sebab, TGUPP belum berkontribusi banyak dalam pembangunan DKI. “Apa kontribusi mereka, yang ada kita alami perlambatan pembangunan, termasuk Silva sebesar 16 persen,” ucap Bestari.

Sikap senada ditunjukkan politikus PDIP Gembong Warsono. Ia melihat TGUPP seperti mengalami kenaikan gaji. Dan tidak semestinya anggaran tersebut diselipkan di anggaran Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

“Instruksi Mendagri adalah gaji TGUPP dimasukan ke Operasional Gubernur. Lagipula mereka belum berkontribusi besar,” kata Gembong sembari menyebutkan bahwa anggaran operasional Gubernur mencapai Rp50 miliar per tahun.

Pada tahun lalu anggaran TGUPP mencapai Rp19 miliar, termasuk gaji 63 orang anggotanya. Sementara untuk tahun ini, dalam KUA-PPAS 2019 sebenarnya meningkat menjadi Rp20 miliar.

Namun Ketua DPRD kemudian menyetujui anggaran TGUPP hanya Rp19 miliar seperti tahun sebelumnya. “Saya setujui,” tegas Pras sembari mengetok palu.

Persetujuan ini kemudian mendapatkan reaksi keras sejumlah anggota Dewan. Beberapa di antaranya kemudian memilih walk out atau meninggalkan rapat.

Selain TGUPP yang mendapatkan reaksi beragam dari anggota Dewan, dua pos anggaran lain juga sempat menjadi polemik, yakni anggaran untuk Film Pendek 20 menit sebesar Rp3,5 miliar dan anggaran Gema Narkoba sebesar Rp1,5 miliar. Dua anggaran ini dibahas sebelum pengesahan TGUPP.

Lantaran mendapatkan penolakan keras, dua anggaran itu kemudian dipangkas. Anggaran Film Pendek 20 menit yang sebelumnya Rp3,5 miliar dipangkas menjadi Rp2 miliar. Sementara anggaran Gema Narkoba dari Rp1,5 miliar menjadi Rp1 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakrie usai rapat menjelaskan, dua anggaran itu sangat penting bagi masyarakat. Anggaran Gema Narkoba diperlukan untuk membuat acara pentas seni dan stand up comedy yang diisi sejumlah anak anak, remaja, dan pemuda. Tujuannya agar mereka mau menjauhkan narkoba.

“Sedangkan untuk Film Pendek, kami ingin membuat film tentang tokoh tokoh DKI,” tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
KUPA PPAS APBD DKI 2021...
KUPA PPAS APBD DKI 2021 Disepakati Rp79,52 Triliun
Pemprov DKI Ajukan Ajukan...
Pemprov DKI Ajukan Ajukan KUA-PPAS APBD 2023 Sebesar Rp85,57 Triliun
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
3 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
3 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved