Kesederhanaan Tokoh Partai Masyumi Prawoto Mangkusasmito

Senin, 12 November 2018 - 05:00 WIB
Kesederhanaan Tokoh...
Kesederhanaan Tokoh Partai Masyumi Prawoto Mangkusasmito
A A A
Prawoto Mangkusasmito, orang yang terakhir menjabat ketua umum Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dikenal sebagai sosok sederhana. Kesaksian tentang hal itu dibeberkan sejumlah pihak.

Putri sulung Prawoto, Sri Syamsiar Prawoto Issom mengisahkan, menjelang pembubaran Partai Masyumi, suatu hari dia diminta bapaknya untuk menisik kerah baju koko putih. Dia pun bertanya untuk apa. Prawoto menjawab, untuk ke Istana.

Keesokan harinya, Presiden Soekarno memanggil pimpinan Partai Masyumi, hadir kala itu Ketua Umum dan Sekjen Masyumi Prawoto dan M Yunan Nasution dan dari Partai Sosialis Indonesia (PSI) hadir Sutan Sjahrir, Soebadio Sastrotomo, dan seorang lainnya.

"Semua yang hadir di Istana saat itu mengenakan setelan resmi jas, dasi, dan bersepatu, kecuali Pak Prawoto yang hadir sederhana dengan sarung, baju koko tua, berpeci, dan bersandal kulit," ujar Sri Syamsiar, dikutip dari buku Alam Pikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito Ketua Umum (Terakhir) Partai Masyumi, Penyusun SU Bajasut, Editor (Edisi Revisi) Lukman Hakiem, diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Dalam buku yang sama, aktivis Islam AM Fatwa menyebut bahwa bersarung bukan hal aneh bagi Prawoto. Menurut Fatwa, pada tahun 1961, Prawoto datang menemui dirinya di Kampus IAIN (kini UIN Syarif Hidayatullah Ciputat). Dengan memakai sarung sambil menjinjing sandal karena jalan berlumpur, Prawoto masuk ke Kampung Utan untuk mencari dirinya.

Tan Eng Kie, seorang wartawan pun bersaksi tentang kesederhanaan tokoh yang wafat pada 24 Juli 1970 saat mengunjungi petani di Desa Tegumuruh, Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Menurut Tan Eng Kie dalam Pos Indonesia, Agustus 1970, Prawoto bukanlah seorang politikus yang menggunakan politik untuk mencari duit. Prawoto berjuang untuk negara dan rakyat Indonesia. Kesempatan untuk menjadi komisaris perusahaan banyak jika Prawoto mau.

Mara Karma dalam Kiblat, Agustus I, 1970 menyebut, kesederhanaan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Wilopo (3 April 1952-30 Juli 1953) ini terlihat dari prinsip perjuangan politik yang dijalankannya. Kalau tiba saatnya, dia tidak segan-segan, apalagi takut-takut, untuk menuntut kekurangan hak yang patut diterimanya. Tapi, dia juga tidak menuntut hal-hal yang banyak, yang tidak merupakan haknya. Menurutnya, falsafah kesederahaan Prawoto adalah tahu batas-batas arti minimal dan tahu pula batas-batas arti maksimal.

Menurut Mara Karma, umat Islam Indonesia membutuhkan banyak pemimpin seperti Prawoto: sederhana, jujur, dan rapat dengan yang dipimpin. (Baca juga: Jejak Tokoh Masyumi Prawoto Mangkusasmito ).

Sumber: Alam Pikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito Ketua Umum (Terakhir) Partai Masyumi, Penyusun SU Bajasut, Editor (Edisi Revisi) Lukman Hakiem, diterbitkan Penerbit Buku Kompas.
(zik)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
10 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
10 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
11 jam yang lalu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
11 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
11 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
11 jam yang lalu
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved