DKI Dapat WTP, Prasetyo Enggan Mengakui Itu Prestasi Anies-Sandi

Selasa, 29 Mei 2018 - 01:00 WIB
DKI Dapat WTP, Prasetyo...
DKI Dapat WTP, Prasetyo Enggan Mengakui Itu Prestasi Anies-Sandi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017. DKI terakhir kali meraih WTP pada tahun 2012.

Menanggapi capaian itu, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi terkesan enggan mengakui bahwa WTP tersebut murni merupakan prestasi pemerintahan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ia malah menyampaikan terima kasih kepada Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Djarot Saiful Hidayat.

"Pertama-tama kami ucapkan terima kasih juga kepada pemerintah (gubernur) sebelumnya, yaitu dari Pak Jokowi-Ahok, Pak Ahok Djarot, dan Pak Djarot," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Senin (28/5/2018).

Menurut Prasetyo, diraihnya WTP lantaran adanya perubahan sistem pembayaran online yang sudah dibangun sejak era Jokowi-Ahok ataupun Basuki-Djarot. (Baca juga: Pemprov DKI Raih Opini WTP dari BPK)

"Perbaikannya enggak instan. Ini ada andil pemerintah sebelumnya. Karena bukan apa-apa, dulu kan orang bayar lewat cash, sekarang apa-apa kan lewat online. Semua tidak ada cash jadi melalui bank to bank. Akhirnya terdeteksi mana yang benar mana yang enggak betul. Akhirnya di sinilah mendapatkan WTP itu," katanya.

Prasetyo menilai wajar jika BPK baru memberi predikat WTP kepada Pemprov DKI. Pasalnya, butuh waktu empat sampai lima tahun untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan di era Anies-Sandiaga.

"Wajar ya hari ini BPK memberi hasil WTP, karena 4 tahun, 5 tahun, itu pekerjaan yang memperbaiki sistem di DKI Jakarta bukan hal yang gampang. Akhirnya terbentuklah, akhirnya di tahun 2018 ini kita (Pemprov) dapat WTP," tuturnya.

Politisi PDIP itu meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno untuk mempertahankan sistem yang sudah dibangun era gubernur sebelumnya.

"Saya minta kepada Pak Gubernur Anies dan Sandi untuk mempertahankan sistem ini. Jadi yang sudah baik, ditambah. Jangan yang sudah baik diubah-ubah, kan jadi tidak baik. Itu saja permasalahannya," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
3 Raperda Tentang Tata...
3 Raperda Tentang Tata Ruang Diupayakan Dibahas Simultan
Fraksi PKS Minta Pemprov...
Fraksi PKS Minta Pemprov DKI Tidak Potong TKD Tenaga Pendidik dan Kesehatan
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan...
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Pembelian Tanah Rp700 Miliar
DPRD DKI Minta Pelaksanaan...
DPRD DKI Minta Pelaksanaan KJP Plus Tetap Berlangsung di Tengah Wabah Covid-19
DPRD DKI Minta Program...
DPRD DKI Minta Program Pengamanan Aset Jadi Prioritas di APBD 2023
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Kritisi Pergub Poligami: Belum Ada Urgensinya
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
12 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
12 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
13 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
13 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
13 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved