Pedagang Kuliner di Pantai Malalayang Duduki Pemkot Manado

Kamis, 22 Maret 2018 - 14:29 WIB
Pedagang Kuliner di...
Pedagang Kuliner di Pantai Malalayang Duduki Pemkot Manado
A A A
MANADO - Forum solidaritas peduli pantai Malalayang yang merupakan gabungan dari warga pedagang kuliner, nelayan tradisional, penyelam, Walhi, YSNM, dan PMII Metro Manado menduduki kantor Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (22/3/2018).

Mereka berunjuk rasa lantaran tidak ada kejelasan nasib mereka setelah digusur sejak November tahun lalu. Ketua PMII Cabang Metro Manado, Mohamad DzunIdi Pai mengatakan, pembongkaran 100 kios lebih pedagang Sabua Bulu di Malalayang, 30 November 2017 lalu, telah menyebabkan pedagang tak bisa berjualan.

"Warga pedagang di Sabua Bulu Malalayang menderita karena sejak kios mereka dibongkar. Ini membuktikan bahwa pemerintah membiarkan rakyatnya menjadi miskin," katanya.

Padahal, kata dia, ada 100 lebih pedagang menggantungkan hidupnya dari hasil berdagang di pantai Malalayang. Perwakilan aksi menyatakan kebijakan sepihak Pemkot Manado telah menyebabkan persoalan besar bagi pelaku wisata kuliner.

Dalam konteks yang lebih luas, penggusuran yang dilakukan pemkot sepertinya berkaitan dengan kepentingan reklamasi. Jika Pantai Malalayang direklamasi, tidak hanya pelaku kuliner yang akan tergusur, tapi semua warga pengelola pantai termasuk pelaku olahraga selam, nelayan tradisional ikut terkena dampaknya.

Dalam unjuk rasanya, mereka diterima Kepala Badan Kesbangpol-Linmas Manado Hanny Solang. Mewakili Wali Kota Manado, dia mengungkapkan bahwa aspirasi peserta demo sudah ditampung.

“Aspirasi sudah dipegang dan akan diteruskan ke Pak Wali Kota Manado. Namun tidak bisa diputuskan sekarang, karena pengambilan keputusan harus melalui proses yang telah diatur,” terangnya.

Hanny Solang mengatakan pembangunan sudah direncanakan, dan sedang dirapatkan akan dibuat apa lokasi tersebut, dan mohon agar bersabar.

Menariknya, saat demonstrasi tersebut, terpantau sejumlah pedagang kuliner membawa sejumlah peralatan memasak. Sementara peserta aksi lainnya membawa bendera dan spanduk berisi keluhan. Aksi serupa dilanjutkan ke Kantor Dewan Kota Manado.
(rhs)
Berita Terkait
Pemkot Jakbar Inventarisir...
Pemkot Jakbar Inventarisir Kerusakan Dampak Aksi Demonstrasi Omnibus Law
Mau Dapat Bantuan Pelaku...
Mau Dapat Bantuan Pelaku Usaha Mikro, Catat Syaratnya
KPK Minta Aset Bermasalah...
KPK Minta Aset Bermasalah Pemkot Manado Segera Diselesaikan
Pemkot Manado Bantu...
Pemkot Manado Bantu Ribuan Pekerja Terdampak Covid-19
Para Pekerja Malam Kepung...
Para Pekerja Malam Kepung Balai Kota, Ini Curhatannya
Pemkot Manado Terima...
Pemkot Manado Terima Bantuan 1000 Alat Rapid Test dari Aprindo
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
37 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved