Pasar Tradisional Sleman Mulai Ditinggalkan Warga

Selasa, 06 Maret 2018 - 14:47 WIB
Pasar Tradisional Sleman...
Pasar Tradisional Sleman Mulai Ditinggalkan Warga
A A A
SLEMAN - Keberadaan pasar tradisional Sleman mulai ditinggalkan warga. Terbukti warga yang mengunjungi pasar tradisional terus menurun.

Terakhir pada 2016 untuk penurunan pengunjung mencapai 30%. Kondisi pasar dan keberadaan toko modern diduga menjadi penyebab penurunan tersebut.

Untuk itu, berbagai langkah dan strategi terus dilakukan pemkab Sleman guna mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan program belanja berhadiah di pasar tradisional.

“Kami harapkan dengan program ini, dapat meningkatkan pengunjung ke pasar tradisional. Sebab, pada program yang sama tahun sebelumnya, mampu meningkatkan jumlah pengunjung pasar hingga 10%,” kata Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani soal program belanja berhadiah pasar tradisional 2018, Selasa (6/3/2018).

Endah, panggilan akrab Tri Endah Yitnani menjelaskan, program belanja berhadiah di pasar tradisional ini, untuk sementara dilaksanakan di 17 pasar dari 42 pasar tradisional yang ada di Sleman. Di antaranya pasar Prambanan, Potrojayan, Gamping, Godean, Cebongan, Condongcatur, Tempel, Pakem, Kebonagung, Ngino, Jangkang, Sambilegi, Kalasan, Gentan, Sleman unit I dan unit II serta pasar belut Godean.

Teknis dari program tersebut, setiap pengunjung pasar akan diberi kupon. Lalu, kupon itu diisi sesuai dengan identitas diri warga dan dimasukkan di kotak yang tersedia di pasar. Tiap pasar menyediakan 200-250 lembar kupon, sehingga total kupon yang dibagikan 200.000 lembar.

“Program ini berlaku sejak 1 Maret hingga 5 Mei dan akan diundi 9 Mei di pasar Prambanan bersamaan dengan peresmian pasar tersebut,” paparnya.

Selain itu, untuk meningkatkan pengunjung, juga akan dilakukan perbaikan fisik dan peningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Perbaikan fisik di antaranya dengan merenovasi pasar.

Pedagang pasar Prambanan, Etik (36), sangat mendukung program belanja berhadiah di pasar tradisional. Dengan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengunjung ke pasar. “Sayangnya untuk program ini kurang sosialisasi,” ungkapnya.
(wib)
Berita Terkait
Cegah Corona, Pasar...
Cegah Corona, Pasar Tradisional Sleman Terapkan Perdagangan Online
Pemkab Luwu Diminta...
Pemkab Luwu Diminta Bayar Ganti Rugi Pengelolaan Pasar Padang Sappa
Cegah Kenaikan Harga,...
Cegah Kenaikan Harga, Satgas Pangan Polres Sleman Pantau Pasar Tradisional
Cegah Klaster Baru,...
Cegah Klaster Baru, Sleman Gelar Rapid Test Corona Massal di 14 Pasar
Pasar Tempe Segera Dibangun...
Pasar Tempe Segera Dibangun Kembali Usai Kebakaran
Alokasikan Rp55 Miliar,...
Alokasikan Rp55 Miliar, Pasar Sentral Bulukumba Bakal Direnovasi
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
50 menit yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved