Masjid Damarjati, Tempat Kegiatan Laskar Diponegoro dan Syiar Islam

Senin, 12 Februari 2018 - 05:00 WIB
Masjid Damarjati, Tempat...
Masjid Damarjati, Tempat Kegiatan Laskar Diponegoro dan Syiar Islam
A A A
Siang itu, teras Masjid Damarjati di Dukuh Krajan RT 02 RW 05, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga dipadati para musafir. Mereka sengaja singgah ke masjid tertua di Salatiga ini, untuk melaksanakan Salat Zuhur dan beristirahat.

Ada juga warga dari berbagai daerah yang datang ke masjid ini, untuk membaya ayat suci Alquran. Membaca Alquran sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin sejak masjid ini didirikan pada 1826 silam itu.

Pengurus Takmir Masjid Damarjati Salatiga Edy Trianto Basuki menceritakan, berdasarkan cacatan sejarah Masjid Damarjati sudah berusia 188 tahun. Masjid ini didirikan oleh Kiai Ronosetiko dan Kiai Sirojudin yang diyakini merupakan orang dari Kejaraan Mataram. Sejak berdiri hingga sekarang, masjid ini sudah dua kali pemugaran.

Renovasi kali pertama dilakukan pada 1987. Kemudian renovasi kedua dilaksanakan pada 2007. "Renovasi dilakukan secara total dan merombak bentuk aslinya. Bahkan tidak ada sudut bangunan asli yang tersisa. Barang peninggalan yang masih tersisa hanya beduk. Itu pun kulitnya sudah diganti beberapa kali. Yang masih asli hanya kayu kerangkanya saja," kata Edy, Minggu (11/2/2018).

Tokoh Dusun Krajan, Yahya, 77, menambahkan, Masjid Damarjati dibangun di tengah kecamuk perang antara Pangeran Diponegoro dan pemerintah kolonial Belanda. Konon, pembangunan masjid ini merupakan bagian dari strategi Kiai Ronosetiko dan Kiai Sirojudin untuk mengalahkan Belanda sekaligus mensyiarkan Islam di Salatiga.

"Berdasarkan cerita yang dikisahkan sejumlah orang tua dulu, Kiai Ronosetiko dan Kiai Sirojudin adalah panglima perang Laskar Diponegoro. Namun beliau memilih melakukan perlawanan dengan cara gerilya," tuturnya.

Supaya tidak dicurigai Belanda, kedua tokoh tersebut membuka perkampungan baru bersama laskarnya. Kiai Sirojudin membuka perkampungan di Dukuh Krajan, sementara Kiai Ronosentiko babat alas di daerah Bancaan yang berada sekitar tiga kilometer dari Krajan.

Belakangan, Kiai Sirojudin mengganti namanya menjadi Damarjati. Penggantian nama terpaksa dilakukan karena dia berserta Kiai Ronosentiko merupakan sosok yang diburu Belanda. Di Salatiga, kedua ulama tersebut ditugasi untuk mematamatai Belanda. Salatiga sejak dulu memang dikenal sebagai basis militer Belanda di Jawa Tengah.

Mengingat dirinya juga sebagai ulama, Kiai Sirojudin dengan dibantu laskarnya membangun sebuah langgar di perkampungan yang dibukanya. Langgar yang belakangan berkembang menjadi masjid tersebut oleh Kiai Sirojudin dijadikan sebagai pusat segala aktivitas, termasuk menyusun strategi melawan Belanda dan dan melakukan syiar agama Islam kepada masyarakat.

"Saat itu bangunan langgar masih sangat sederhana dan luasnya hanya 6x6 meterpersegi. Dindingnya terbuat dari papan kayu dan anyaman bambu, sementara atapnya terbuat dari sirap. Mulai saat itu, syiar Islam di Salatiga tersebar luas dan terus berkembang," pungkasnya.

Saat Kiai Sirojudin wafat jenazahnya dimakamkan di seberang masjid. Untuk mengenang jasa-jasanya, warga setempat menamai masjid tersebut dengan nama Masjid Damarjati.
(nag)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
5 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
6 jam yang lalu
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
6 jam yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
6 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
7 jam yang lalu
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
8 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved