15 Adegan Prarekonstruksi Penganiayaan Ustaz Prawoto

Jum'at, 02 Februari 2018 - 13:37 WIB
15 Adegan Prarekonstruksi...
15 Adegan Prarekonstruksi Penganiayaan Ustaz Prawoto
A A A
BANDUNG - Satuan Reskrim Polrestabes Bandung menggelar 15 adegan dalam prarekonstruksi kasus penganiayaan berat oleh Asep Maftuh (45) yang menyebabkan Ustaz R Prawoto meninggal dunia. Prarekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian, Kampung Blok Sawah dan Blok Kasur, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Jumat (2/2/2018).

Dalam prarekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Komandan Brigade Persis yang terjadi pada Kamis (1/2/2018) itu, pelaku Asep Maftuh diganti oleh anggota Reskrim. Begitu juga dengan korban R Prawoto. Selain itu, prarekonstruksi juga menghadirkan dua saksi, Ikin dan Danton, yang saat insiden terjadi menolong korban dan menghentikan aksi sadis pelaku Asep.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana memimpin prarekonstruksi. Yoris mengatakan, prarekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas penyidikan. "Kami lakukan prarekonstruksi sesuai keterangan saksi di lokasi kejadian saat peristiwa penganiayaan berat terjadi pada Kamis pagi," kata Yoris di lokasi prarekonstruksi.

Proses prarekonstruksi dimulai sejak pelaku Asep datang ke rumah korban. Pelaku menggedor rumah korban menggunakan pipa besi seperti linggis untuk menggali tanah. Lalu korban keluar dari rumahnya. Kemudian, pelaku mengejar korban sambil mengacung-acungkan pipa besi sepanjang 1 meter. Korban berlari sejauh 500 meter sampai Kampung Blok Kasur RT 1/5, Cigondewah Kidul.

Di kampung itulah, korban Prawoto terjatuh di depan warung Ceu Eni. Ustaz Prawoto menjadi sasaran tersangka. Pipa besi menghantam kepala korban. Bahkan, tangan kiri korban pun patah lantaran berupaya menangkis hantaman pipa besi. Akibat luka parah di kepala, korban Prawoto meninggal dunia Kamis sore, meski telah menjalani perawatan selama beberapa jam di RS Santosa Bandung.

"Ada 15 adegan yang diperagakan. Di dekat rumah korban, lapangan burung (saat korban minta tolong), korban terjatuh di depan rumah Ibu Eni, dan dipukuli oleh pelaku. Rangkaian kejadian ini diperagakan untuk bahan penyidikan," tutur Yoris.

Ditanya apakah kasus ini dihentikan lantaran pelaku mengidap gangguan jiwa, Kasatreskrim mengungkapkan, hal itu menjadi wewenang hakim. "Nanti yang memutuskan hakim. Kami fokus pada proses penyelidikan dan penyidikan," kata dia.
(zik)
Berita Terkait
Polres Tulungagung Selidiki...
Polres Tulungagung Selidiki Dugaan Penganiayaan Ulama
Syekh Moh Ali Jaber...
Syekh Moh Ali Jaber Ditikam, Polisi Diminta Tegas
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Merinding! Momen D Korban...
Merinding! Momen D Korban Penganiayaan Mario Dandy Lantunkan Syubbanul Wathon
Penganiayaan Anak Pengurus...
Penganiayaan Anak Pengurus GP Ansor, PWNU Jatim Siap Kawal Proses Hukum
SAS Institute: Pernyataan...
SAS Institute: Pernyataan Kiai Said Buka Diskursus Perpajakan
Berita Terkini
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
3 jam yang lalu
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
5 jam yang lalu
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
7 jam yang lalu
Kabar Duka, Ketua DPRD...
Kabar Duka, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved