Tak Punya Rumah, Kepala Sekolah Tinggal di Ruangan Laboratorium

Selasa, 17 Oktober 2017 - 19:53 WIB
Tak Punya Rumah, Kepala...
Tak Punya Rumah, Kepala Sekolah Tinggal di Ruangan Laboratorium
A A A
TAPANULI SELATAN - Tak banyak guru atau kepala sekolah yang menjalani profesi seperti Tagam Dongoran, Kepala SMP Negeri 1 Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) ini. Meski tinggal di ruangan kecil dan jauh dari keluarga, semangatnya untuk terus mengajar patut diapresiasi.

Ketika ditemui SINDOnews, Selasa (17/10/2017), Tagam memperlihatkan ruangan kecil yang menjadi tempat tingalnya selama menjabat kepala sekolah. Tak disangka, Tagam tinggal di dalam ruangan laboratorium komputer yang disekat.

Ruangannya hanya sepanjang dua meter dan lebar satu meter. Agar tidak membosankan, ruangan itu dicat dengan warna hijau dan kuning. Di dalam ruangan sederhana itu terlihat tumpukan baju seragam dan pakaian sehari-hari setelah pulang mengajar.

Selain itu, ada beberapa eksemplar koran yang sudah lusuh yang dijadikannya bahan bacaannya setelah pulang sekolah. Kondisi itu terpaksa dilakukannya karena hingga saat ini pemerintah setempat belum menyediakan rumah dinas (rumdis).

"Saya terpaksa harus tinggal di sini karena rumah dinas belum ada," ujarnya.

Sejak menjabat kepala sekolah, dia harus berpisah dengan anggota keluarganya yang bermukim di Kota Padangsidimpuan. Menurutnya, jarak antara Kota Padangsidimpuan dan tempat dia bekerja kurang lebih 3 jam perjalanan.

Apabila dia berangkat kerja dari Padangsidimpuan, maka dipastikan akan terlambat setiap hari. "Mungkin saya tidak akan pernah memimpin upacara atau apel pagi, karena terlambat akibat jarak tempuh yang jauh," tuturnya.

Meski terpisah dari anggota keluarga, semangatnya untuk mengajar dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tidak pernah pudar.

Dia menuturkan, bukan hanya ruangan saja yang memiliki keterbatasan. Namun, mobiler sekolah juga masih sangat memprihatinkan, mengingat kondisinya yang sudah menua.

"Sudah sering kami ajukan ke dinas, namun sampai saat ini belum ada realisasinya," imbuhnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) maupun pemerintah provinsi memperhatikan sekolah yang dipimpinnya itu agar mutu pendidikan di Tapsel tidak tertinggal dari daerah lain.
(rhs)
Berita Terkait
Jemaah Majelis Talim...
Jemaah Majelis Talim Angkola Timur Ikuti Kajian Pendidikan Jiwa
Bupati Tapanuli Utara...
Bupati Tapanuli Utara Menyerahkan Bantuan Pendidikan bagi 1.287 Mahasiswa Berprestasi
Kapolres Tapanuli Selatan...
Kapolres Tapanuli Selatan Terima Kunjungan Pengacara Ternama
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
3 Kawanan Perampok Toke...
3 Kawanan Perampok Toke Emas Ditangkap, Satu Tewas di Rumah Sakit
Sakit Hati Dibully Tiduri...
Sakit Hati Dibully Tiduri Ibu Kandung, Pria Jomblo di Tapanuli Habisi Pensiunan ASN
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
24 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
36 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
37 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved