Cegah Politik Uang, Bawaslu Jabar Rumuskan Indeks Kerawanan Pemilu

Selasa, 10 Oktober 2017 - 18:58 WIB
Cegah Politik Uang,...
Cegah Politik Uang, Bawaslu Jabar Rumuskan Indeks Kerawanan Pemilu
A A A
BANDUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat tengah memetakan daerah-daerah di Jabar yang tergolong rawan konflik hingga rawan praktik politik uang.

Langkah tersebut dilakukan mengingat politik uang diprediksi masih akan terjadi dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang. Seperti diketahui, 2018 nanti, Pilkada Serentak akan digelar di 16 kabupaten/kota di Jabar. Selain pilkada kabupaten/kota, juga akan digelar Pilgub Jabar.

Pemetaan daerah-daerah rawan praktik politik uang tersebut dilakukan melalui perumusan indeks kerawanan pemilu (IKP). Tidak hanya daerah rawan praktik politik uang, IKP akan memetakan daerah-daerah rawan konflik, mulai konflik antarpasangan calon hingga konflik di antara pemilih.

"Namun yang paling rawan terjadi di Jabar memang praktik politik uang, baik yang dilakukan pasangan calon kepada partai ataupun pasangan calon kepada calon pemilih," ungkap Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto di Bandung, Selasa (10/10/2017).

Menurut Harminus, berkaca pada pengalaman Pilkada Serentak 2016 lalu yang digelar di Cimahi, Cianjur, dan Bekasi, pihaknya masih mendapatkan sejumlah temuan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan konflik.

Dia mencontohkan, di Cianjur, praktik politik uang masih sangat rawan terjadi. Bahkan, pihaknya menemukan adanya mobilisasi PNS. Praktik politik uang pun ditemukan di Bekasi. Kondisi tersebut, harus diantisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

"Praktik politik uang sebenarnya rawan terjadi di seluruh daerah, seperti soal mahar politik saat pencalonan hingga bagi-bagi uang kepada calon pemilih. Melihat pilkada kemarin, Cianjur dan Bekasi memang masih rawan," katanya.

Selain persoalan tersebut, Bawaslu Jabar pun mengingatkan KPU Jabar untuk mengantisipasi potensi gangguan saat masa kampanye nanti. Jadwal kampanye harus disusun tepat dan setiap pasangan calon berkampanye di waktu yang telah ditentukan.

"Rawan juga saat kampanye karena tahun depan itu ada pilgub dan pilkada di 16 kabupaten/kota. KPU Harus memiliki kecermatan tinggi dalam mengatur kampanye," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Masuk Bursa Pilgub Jabar,...
Masuk Bursa Pilgub Jabar, Cellica Memilih Fokus Bekerja
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
29 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
39 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved