Seni Ujung, Adu Kekuatan Tubuh Peninggalan Prajurit Majapahit

Sabtu, 15 Juli 2017 - 05:00 WIB
Seni Ujung, Adu Kekuatan...
Seni Ujung, Adu Kekuatan Tubuh Peninggalan Prajurit Majapahit
A A A
Sebuah tradisi leluhur yang nyaris punah, dilestarikan warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tradisi itu adalah Seni Ujung. Seni berupa adu kekuatan dengan saling mencambuk tubuh lawan tersebut konon merupakan tradisi peninggalan leluhur sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Seni Ujung masih dilestarikan oleh warga di kaki Gunung Anjasmoro, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Jumat (14/7/2017) kemarin misalnya, kesenian ini kembali ditampilkan warga dan menarik minat banyak orang.

Dengan diiringi alat musik tradisional gamelan, dua orang warga tampil di atas pentas dan beradu kekuatan dengan saling mencambuk tubuh lawan secara bergantian. Orang yang menonton pun berterian menyemangati mereka yang tampil di atas panggung.

Sakit sudah pasti dirasakan warga yang tampil adu kekuatan di atas panggung. Sebab, alat yang dipakai adalah sebilah rotan. Namun, warga tetap antusias tampil karena ingin melestarikan seni warisan leluhur.

Apalagi, menurut warga, Seni Ujung merupakan sebuah kesenian yang diciptakan oleh para prajurit pada zaman Kerajaan Majapahit. Seni ini dipakai sebagai hiburan sekaligus untuk menguji keberanian para prajurit Majapahit kala itu. Sehingga, tak heran meski kesakitan warga tetap bersemangat dan bangga mengikutinya.

Tanpa ada yang memerintah, setiap tradisi ini digelar, mereka rela berdatangan dan berlomba-lomba tampil di atas pentas secara bergantian.

Dalam Seni Ujung ini, tidak ada ketentuan berapa usia atau tinggi badan lawannya. Pokoknya, siapa yang berani tampil, dia bisa langsung naik ke atas pentas dan saling mencambuk tubuh lawannya. Tubuh yang boleh dipukul hanyalah bagian badan. Bagian kepala, leher, dan di bawah badan tidak boleh dipukul.

Dalam sekali tampil, tiap peserta diberi hak mencambuk dan dicambuk secara bergantian masing-masing tiga kali.

Minardi, salah seorang peserta seni Ujung berharap pemerintah ikut melestarikan Seni Ujung agar kesenian peninggalan Kerajaan Majapahit ini tidak punah atau hilang.
(zik)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
6 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
6 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
6 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
7 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
9 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved