Eksekusi Lahan Proyek Tol Semarang-Batang Ricuh, Warga Sandera Alat Berat

Selasa, 09 Mei 2017 - 13:49 WIB
Eksekusi Lahan Proyek...
Eksekusi Lahan Proyek Tol Semarang-Batang Ricuh, Warga Sandera Alat Berat
A A A
KENDAL - Eksekusi lahan yang terkena proyek Jalan Tol Semarang-Batang di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (9/5/2017) siang berlangsung ricuh. Warga sempat menyandera alat berat dan terlibat saling dorong dengan petugas keamanan.

Sejak Selasa pagi, ratusan warga Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal sudah menyandera alat berat yang akan digunakan untuk meratakan lahan pertanian. Sambil membawa poster dan spanduk tuntutan, warga menduduki alat berat dan menghadang di tengah jalan.

Proses eksekusi yang rencananya dilaksanakan Selasa pagi terpaksa molor hingga siang karena warga nekat menyandera alat berat. Warga juga menggelar zikir dan doa bersama agar proses eksekusi batal dilaksanakan.

Namun, batas akhir pengosongan tanah yang diberikan Pengadilan Negeri Kendal diabaikan warga sehingga terpaksa dilakukan eksekusi. Warga sempat emosi saat pelaksana proyek Jalan Tol Semarang-Batang mulai menyalakan alat berat.

Warga terlibat aksi dorong dengan petugas yang mengamankan alat berat, sehingga suasana semakin panas dan ricuh. Warga emosi hingga terlibat adu mulut dengan petugas keamanan, namun eksekusi tetap dilaksanakan.

Enam alat berat yang diterjunkan untuk meratakan lahan pertanian, sempat dihadang warga yang melindungi lahan pertaniannya. Aksi kejar-kejaran terjadi untuk mencegah warga yang menghadang alat berat. Sejumlah warga yang melawan diamankan polisi.

Perwakilan warga, Samsudin, mengatakan tidak menolak pembangunan jalan tol. Namun, yang diperjuangkan adalah ganti rugi lahan yang tidak manusiawi. Warga meminta peninjauan ulang eksekusi, namun diabaikan petugas.

Panitera Pengadilan Negeri Kendal Soedi mengatakan, warga sudah diberitahu bahwa uang ganti rugi dititipkan ke Pengadilan Negeri dan warga bisa segera mengambil. Namun, dari 98 bidang baru sekitar 32 bidang yang mengambil ganti rugi. Hingga akhir batas waktu tidak diambil terpaksa dilakukan eksekusi.

Petugas Pembuat Komitmen Tendy Hardianto mengatakan, harga yang ditetapkan hasil penilaian Rp220 ribu per meter dan Pengadilan Negeri Kendal menetapkan harga menjadi Rp350 ribu per meter. Hasil kasasi Mahkamah Agung menetapkan harga kembali ke Rp220 ribu per meter.
(zik)
Berita Terkait
Eksekusi Lahan di Anggeraja...
Eksekusi Lahan di Anggeraja Ricuh, Aparat Polisi Dilempar Batu
Eksekusi Lahan Perumahaan...
Eksekusi Lahan Perumahaan GCC Sesuai Prosedur Hukum Ini Bukti dan Faktanya
Eksekusi Rumah di Ternate...
Eksekusi Rumah di Ternate Ricuh, Pemilik Tidak Rela Digusur
Eksekusi Lahan di Ternate
Eksekusi Lahan di Ternate
2 Polisi Hanya Bisa...
2 Polisi Hanya Bisa Pasrah saat Rumahnya Dieksekusi PN Medan
Pengadilan Negeri Eksekusi...
Pengadilan Negeri Eksekusi 8 Ruko di Jalan Winaon Kota
Berita Terkini
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
29 menit yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
5 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
5 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved