PNS Setda Palembang Nakal, Ganti Urine dengan Air Keran

Senin, 10 Oktober 2016 - 19:52 WIB
PNS Setda Palembang...
PNS Setda Palembang Nakal, Ganti Urine dengan Air Keran
A A A
PALEMBANG - Ratusan pegawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Palembang mengikuti tes urine. Sedikitnya ada 214 pegawai yang mengikuti tes.

"Ada sekitar 214 tenaga honorer, 11 kabag, 33 kasubag, dan empat asisten, serta sebagian staf ahli mengikuti tes urine tersebut," kata Sekda Kota Palembang Harobin Mustofa, Senin (10/10/2016).

Ditambahkan dia, pegawai yang mengikuti tes terdiri dari tenaga honorer, staf PNS di setiap bagian, hingga masing-masing kepala bagian, para asisten, dan staf ahli. Test urine dilakukan giliran di dua toilet sebelah ruang aula.

"Saya sudah selesai, apa boleh keluar atau harus masuk lagi?" tanya staf ahli Setda Palembang Masripin Toyib.

Dia melanjutkan, setiap pegawai di lingkungan Setda Palembang diarahkan untuk bekerja lebih baik dalam mendukung visi misi program Pemkot Palembang. Mereka ditekankan untuk bekerja dalam kondisi sehat, dan bebas narkoba.

"Dari tes urine ini kita bisa tahu apakah ada pengguna aktif. Apabila benar ada tentu akan ditindak, siapa pun, baik itu honorer ataupun pejabat esselon," jelasnya.

Sementara itu, petugas BNK Palembang mendapati satu wadah urine yang diganti air kran tanpa nama dan nomor. Dikonfirmasi secara langsung, Plt Kepala Harian BNK Palembang Ismail Ishak mengatakan pihaknya akan mencari tahunya.

"Ya, ada PNS nakal yang ingin mencoba mengelabui dengan menggantikan urine dengan air keran atau air putih. Kita akan lihat siapa yang terlewat dan belum melakukan tes urine," ucap dia.

Adapun hasilnya baru akan diketahui dua atau tiga hari lagi. Hasilnya harus akurat narkoba, sebab terkadang ada hasil positif palsu, yakni positif karena pengaruh dari obat dokter yang dikonsumsi seperti obat batuk.

Karena itu, apabila ada hasil seperti itu akan dilakukan tes ulang lagi untuk dapat lebih memastikan kebenarannya.

"Kalau non PNS, bila terbukti positif sanksinya bisa diberhentikan dan kalau PNS, bisa diturunkan jabatannya hingga sanksi untuk direhab," ungkap Ismail.
(san)
Berita Terkait
Partai Jerman Tuntut...
Partai Jerman Tuntut Sabu Gratis untuk Pecandu
Video Mengerikan Epidemi...
Video Mengerikan Epidemi Narkoba di Philadelphia, Pecandu Teler Sesaki Pinggir Jalan
Jadi Pusat Rehabilitasi...
Jadi Pusat Rehabilitasi Narkoba, Ashefa Griya Pusaka Tangani Pemulihan Pecandu secara Menyeluruh
Gerebek Kampung Narkoba...
Gerebek Kampung Narkoba di Jermal XV, Polisi Tangkap 5 Pecandu
Positif Narkoba, 2 Wanita...
Positif Narkoba, 2 Wanita Cantik dan 1 Pria Ditangkap Polisi di Diskotik
Tangani Rehabilitasi...
Tangani Rehabilitasi Narkoba, Ashefa Griya Pusaka Hadir di Bandung
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
13 menit yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
49 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
53 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved