Misteri Curug Cileat, Tempat Persembunyian Tentara Darul Islam

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 05:00 WIB
Misteri Curug Cileat,...
Misteri Curug Cileat, Tempat Persembunyian Tentara Darul Islam
A A A
Curug Cileat merupakan salah satu alternatif destinasi wisata favorit para pelancong, yang berlokasi di kawasan hutan Gunung Canggah, perbatasan Desa Mayang dengan Cimanggu, Kecamatan Cisalak, Subang.

Memiliki panorama yang sangat indah berupa perbukitan dan pesawahan, Curug Cileat yang dilengkapi empat air terjun alami tersebut, ternyata menyimpan kisah lain, mulai dari cerita historis hingga mistis.

Tokoh warga Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak, T. Sobandi, menyebut, kawasan hutan pegunungan Canggah tempat beradanya Curug Cileat ini, pernah menjadi lokasi persembunyian tentara pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan SM Kartosoewirjo.

"Sebelum ditumpas oleh TNI, para pemberontak DI/TII pernah ada yang sembunyi di kawasan Gunung Canggah, sekitar areal curug itu. Makanya, dulu TNI sempat bikin markas militer di sana, untuk melawan pemberontak," ujar Sobandi.

Untuk mencapai lokasi curug, pengunjung akan melintasi sebuah perkampungan bernama Panyeredan.

Sobandi mengisahkan, kampung ini dinamakan Panyeredan, karena konon, dulu kawasan sekitar kampung pernah dijadikan tempat eksekusi warga oleh tentara penjajah Belanda dan pemberontak DI/TII.

"Saat eksekusi terjadi, banyak warga yang di-"sered" (diseret, disiksa lalu dibunuh) oleh mereka. Makanya, daerah tersebut dinamakan Panyeredan," katanya.

Menurut dia, saat itu, selain warga luar, banyak warga Cimanggu dan sekitarnya menjadi korban kekejaman tentara Belanda dan DI/TII. Tapi, tidak sedikit juga tentara DI/TII yang tewas oleh TNI.

"Saksi-saksi sejarahnya masih ada yang hidup sampai sekarang," ucapnya.

Selain kisah sejarah, curug berpemandangan menawan dan berhawa sejuk, dengan ongkos tiket masuk cuma Rp10.000 per orang ini, juga dikenal angker dan mistis.

Sobandi menyebut, ada semacam mitos kuno di kalangan warga, yakni, larangan berkata arogan (sompral) dan bepergian ke kawasan hutan Gunung Canggah pada hari Senin.

"Dulu ada pepatah dari para orangtua, kalau pergi ke Gunung Canggah jangan hari Senin, katanya keramat, itu saatnya binatang-binatang buas turun. Terus kalau sudah berada di gunung, enggak boleh berkata sompral (arogan)," paparnya.

Nuansa mistis ini, dirasakan dan diakui sejumlah wisatawan yang mengunjungi curug tersebut.

"Kayaknya memang angker ya, hawanya juga aneh. Mungkin karena dilingkupi hutan belantara kali ya. Tapi tadi begitu sampai curug, tiba-tiba kerudung saya tertetes cairan merah, pas diperiksa ternyata darah. Cuma enggak tahu darah apa atau siapa. Kami jadi merinding," imbuh Eti, 16, warga Cikampek.

Sementara itu, Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup (KPLH) Subang, Idin Rohana, menyesalkan minimnya perhatian pemkab dalam membenahi areal curug, terutama akses jalan menuju lokasi.

"Akses jalannya kurang bagus, di beberapa titik terlihat banyak longsoran yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Bahkan, khusus Curug Paok (satu dari empat curug di Cileat), selain banyak bekas material longsor di sekitar air terjun, juga kurang tertata,"timpal Idin.

Pihaknya berharap, pemerintah setempat serius memelihara kelangsungan spot-spot wisata dan membenahinya, agar dapat membantu mendongkrak pendapatan daerah.

"Pemerintah kudu serius melindungi alam, jangan cuma mengeksploitasi. Jika tidak, beberapa periode ke depan, curug-curug indah tersebut bisa jadi musnah dan tinggal kenangan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
36 menit yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
41 menit yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
1 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
3 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
4 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
6 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved