Polisi Didesak Usut Tuntas Kematian Nelayan Asal Buton
Senin, 11 Juli 2016 - 17:35 WIB
Polisi Didesak Usut Tuntas Kematian Nelayan Asal Buton
A
A
A
SORONG - Ketua Kerukunan Masyarakat Sulawesi Tenggara Wilayah Kota Sorong, Nurhaya Umar, merasa prihatin dan meminta aparat Polresta Sorong segera mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang nelayan bernama Hardiman (38). Hardiman ditemukan tewas saat melaut di Perairan Sorong bersama anaknya, Burhan (17), Sabtu (9/7/2016).
"Saya minta pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus ini, saya sangat menyesalkan kasus ini bisa terjadi. Sebagai Ketua Kerukunan, saya serahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian untuk menuntaskannya," tegas Nurhaya kepada MNC Media di Sorong, Senin (11/7/2016).
Menurut Nurhaya Umar, kejadian ini baru pertama kali terjadi di Kota Sorong. Selama ini warga Buton, Sulawesi Tenggara, yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan di Kota Sorong, sangat aman saat melaut.
Untuk diketahui, dua warga Kompleks Rimba Pala, Kota Sorong, Papua Barat, Hardiman (38), dan anaknya Burhan (17), Sabtu (9/7/2016) diduga menjadi korban perampokan di perbatasan Perairan Pulau Sop dan Pulau Buaya, sekitar pukul 05.00 WIT.
Menurut salah satu kerabat korban, Rahman, Hardiman dan anaknya Burhan pada Sabtu (9/7/2016) dini hari pukul 03.00 WIT rencananya pergi memancing di Pulau Dua. Di tengah perjalanan, kedua warga Kompleks Rimba Raya ini diduga dihadang oleh sekelompok orang di tengah laut dan dirampok.
"Diduga keduanya dirampok di tengah laut dan dianiaya oleh pelaku yang merupakan perompak," jelas Rahman kepada MNC MEDIA di rumah duka, Sabtu (9/7/2016).
Akibat kejadian ini, Hardiman tewas dengan luka sayatan di bagian leher. Anaknya, Burhan, mengalami luka berat pada bagian tubuh. Selain itu, mesin perahu Johnson Yamaha 15 PK pun turut dibawa oleh para pelaku.
Kedua korban ditemukan warga setelah Burhan yang selamat meminta bantuan pada sejumlah nelayan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Peristiwa ini hingga saat ini masih ditangani oleh penyidik Satuan Pol Air Polresta Sorong.
"Saya minta pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus ini, saya sangat menyesalkan kasus ini bisa terjadi. Sebagai Ketua Kerukunan, saya serahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian untuk menuntaskannya," tegas Nurhaya kepada MNC Media di Sorong, Senin (11/7/2016).
Menurut Nurhaya Umar, kejadian ini baru pertama kali terjadi di Kota Sorong. Selama ini warga Buton, Sulawesi Tenggara, yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan di Kota Sorong, sangat aman saat melaut.
Untuk diketahui, dua warga Kompleks Rimba Pala, Kota Sorong, Papua Barat, Hardiman (38), dan anaknya Burhan (17), Sabtu (9/7/2016) diduga menjadi korban perampokan di perbatasan Perairan Pulau Sop dan Pulau Buaya, sekitar pukul 05.00 WIT.
Menurut salah satu kerabat korban, Rahman, Hardiman dan anaknya Burhan pada Sabtu (9/7/2016) dini hari pukul 03.00 WIT rencananya pergi memancing di Pulau Dua. Di tengah perjalanan, kedua warga Kompleks Rimba Raya ini diduga dihadang oleh sekelompok orang di tengah laut dan dirampok.
"Diduga keduanya dirampok di tengah laut dan dianiaya oleh pelaku yang merupakan perompak," jelas Rahman kepada MNC MEDIA di rumah duka, Sabtu (9/7/2016).
Akibat kejadian ini, Hardiman tewas dengan luka sayatan di bagian leher. Anaknya, Burhan, mengalami luka berat pada bagian tubuh. Selain itu, mesin perahu Johnson Yamaha 15 PK pun turut dibawa oleh para pelaku.
Kedua korban ditemukan warga setelah Burhan yang selamat meminta bantuan pada sejumlah nelayan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Peristiwa ini hingga saat ini masih ditangani oleh penyidik Satuan Pol Air Polresta Sorong.
(zik)