Terjatuh ke Laut, Nelayan Asahan Ditemukan Tewas Setelah 2 Hari Hilang
Kamis, 08 Juni 2023 - 07:50 WIB
loading...
Proses evakuasi jasad korban dari air / tangkapan layar dokumentasi Basarnas Medan. Foto SINDOnews
A
A
A
ASAHAN - Syamsul Bahri (58), seorang nelayan asal Desa Bagan Asahan Baru, Tanjungbalai, Asahan, Sumatera Utara, ditemukan tewas di sekitar Muara Bagan Lampu Merah Perairan Asahan pada Rabu (7/6/2023) sore tadi. Dua ari sebelumnya, Selasa (6/6/2023) Syamsul dinyatakan hilang setelah jatuh dari perahu.
Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan, Budiono, membenarkan adanya penemuan mayat nelayan tersebut. Budiono menyebut jasadnya Syamsul ditemukan sekitar 13 NM dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. Baca juga: Nelayan di Lombok Tengah Tewas Tenggelam saat Menyelam di Pelabuhan Awang, Digigit Buaya?
"Iya benar, nelayan yang hilang di Perairan Asahan kemarins sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14:55 WIB tadi. Korban atas nama Syamsul Bahri. Jasadnya sudah kita evakuasi ke Dermaga Pelabuhan Panton, Tanjungbalai Asahan dan lalu diserahkan kepada keluarga korban yang sudah menunggu di dermaga tersebut," kata Budiono.
Budiono menjelaskan, insiden tewasnya korban bermula ketika pada Selasa, 6 Juni 2023 sekitar pukul 6.00 WIB, Syamsul berangkat dari rumahnya menuju laut menggunakan perahu kayu untuk menjaring ikan.
Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan, Budiono, membenarkan adanya penemuan mayat nelayan tersebut. Budiono menyebut jasadnya Syamsul ditemukan sekitar 13 NM dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. Baca juga: Nelayan di Lombok Tengah Tewas Tenggelam saat Menyelam di Pelabuhan Awang, Digigit Buaya?
"Iya benar, nelayan yang hilang di Perairan Asahan kemarins sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14:55 WIB tadi. Korban atas nama Syamsul Bahri. Jasadnya sudah kita evakuasi ke Dermaga Pelabuhan Panton, Tanjungbalai Asahan dan lalu diserahkan kepada keluarga korban yang sudah menunggu di dermaga tersebut," kata Budiono.
Budiono menjelaskan, insiden tewasnya korban bermula ketika pada Selasa, 6 Juni 2023 sekitar pukul 6.00 WIB, Syamsul berangkat dari rumahnya menuju laut menggunakan perahu kayu untuk menjaring ikan.
Lihat Juga :