Balai Besar POM Denpasar Awasi Penjualan Kosmetik Online

Jum'at, 29 Januari 2016 - 23:10 WIB
Balai Besar POM Denpasar...
Balai Besar POM Denpasar Awasi Penjualan Kosmetik Online
A A A
DENPASAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Denpasar pada tahun 2016 ini memprioritaskan pengawasan produk kosmetik dan obat tradisonal berbahaya yang dijual secara online.

Kepala Balai Besar POM di Denpasar Endang Widiowati menjelaskan, hingga saat ini belum ada temuan secara data riil. Namun, pihaknya akan terus memberantas situs-situs penjualan produk online tersebut.

"Kosmetik masih menjadi prioritas kami, ini juga kita melihat tren hasil pengawasan. Setiap tahun tren yang banyak disalahgunakan adalah kosmetik dan jamu atau obat tradisional itu," paparnya di Denpasar, Jumat (29/1/2016).

Endang mengatakan, pihaknya bukan tidak mengawasi produk yang lain seperti makanan, minuman, suplemen, produk biologi, dan lainnya.

Namun, obat tradisional dan kosmetik terutama yang dijual dengan menggunakan sistem online akan terus diawasi secara ketat.

Dia menegaskan sudah melakukan pengawasan produk obat dan kosmetik yang dijual secara online di bawah koordinasi Interpol. "Operasi ini yang disasar situs obat dan makanan. Untuk data belum ada situs yang kami coba selidiki sebagian besar sumbernya di luar Bali," jelasnya.

Untuk menutup situs penjualan produk obat dan kosmetik ilegal tersebut sangatlah sulit. Jika ditutup satu, malah muncul lagi lima situs baru.

Dua tahun terakhir, pihaknya pernah melakukan pembelian sampel melalui online dan ternyata mengandung zat berbahaya seperti kosmetik mengandung zat merkuri, hidrokinon, dan asam linoleat, terutama kosmetik pemutih.

Data BPOM menunjukkan, tahun 2015 ada sekitar produk 70.377 produk kosmetik ilegal, disusul obat tradisional 37.082, lalu obat sebanyak 15.265 produk.
(zik)
Berita Terkait
Berbahaya Bagi Kesehatan,...
Berbahaya Bagi Kesehatan, BPOM Jawa Timur Sita Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal
BPOM Gandeng Lintas...
BPOM Gandeng Lintas Sektor Tingkatkan Pengawasan dan Pemberdayaan Milenial
Gawat! Ribuan Kosmetik...
Gawat! Ribuan Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya Diedarkan secara Online di Jogja
Jelang Nataru, BPOM...
Jelang Nataru, BPOM Jatim Sita Ribuan Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal
Berkedok Toko Kosmetik,...
Berkedok Toko Kosmetik, 12 Pengedar Obat Berbahaya di Bekasi Dibekuk
BPOM Temukan Kosmetik...
BPOM Temukan Kosmetik Mengandung Merkuri, Ini Efek Sampingnya
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
6 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved