Kesaksian Sopir Truk soal Kecelakaan Maut di Pantura
Sabtu, 26 Desember 2015 - 00:12 WIB
Kesaksian Sopir Truk soal Kecelakaan Maut di Pantura
A
A
A
SUBANG - Saksi mata kejadian, yang juga sopir truk trailer boks, Kardono, menuturkan detik-detik menjelang kecelakaan maut minibus APV yang menewaskan lima orang di jalur pantura Dusun Margajaya, Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem, Subang, Jumat (26/12/2015) pukul 06.45 WIB.
Menurut Kardono, sebelum peristiwa tragis terjadi, dirinya tengah beristirahat setelah memarkirkan truk trailernya di pinggir jalan raya pantura sebelah kiri.
Saat itu, dari arah Jakarta (barat) datang sebuah kendaraan minibus APV nopol B 2509 ZP, dikemudikan Ahmad Surista (50), warga Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Begitu tiba di kawasan Dusun Margajaya, Desa Ciasem Hilir, laju minibus mendadak hilang kendali, lalu oleng ke kiri dan keluar dari badan jalan, kemudian menghantam dengan keras bagian belakang truk trailernya, yang terparkir di pinggir jalan.
Selain menimbulkan suara benturan keras, akibat hantaman itu, bagian depan kendaraan minibus ringsek.
"Saya lagi parkir, tiba-tiba minibus itu datang dengan kecepatan tinggi, lalu mendadak oleng ke kiri dan menabrak truk saya dengan keras, sampai bagian depannya (minibus, red) ringsek," tutur pengemudi truk, Kardono, kepada KORAN SINDO.
Kapolres Subang AKBP Agus Nurpatria menyampaikan, penyebab pasti kecelakaan ini masih diselidiki tim dari Polda Jabar.
"Tim TAA dari Polda Jabar masih melakukan olah TKP untuk mendalami penyebabnya," kata Agus.
Meski demikian, berdasarkan keterangan sementara saksi di lokasi kejadian, kecelakaan diduga akibat pengemudi hilang kendali atas laju kendaraannya.
"Menurut keterangan saksi, minibus ini melaju kencang, lalu tiba-tiba hilang kendali dan menabrak truk trailer. Dugaan sementara, kemungkinan ngantuk. Tapi kepastiannya masih diselidiki," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak lima orang tewas, enam luka berat, dan satu luka ringan dalam peristiwa minibus APV menabrak truk trailer boks di jalur pantura, Kecamatan Ciasem, Subang.
Seluruh korban merupakan warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara; dan merupakan rombongan dari satu keluarga. Para korban dievakuasi ke Klinik Assalam Kecamatan Sukasari, Subang.
Korban tewas adalah Rusni (45), Ahmad Surista (50), Taufik (40), Fitriadi Ahmad (32), dan Aufa (balita berusia tiga bulan).
Enam korban luka berat adalah Toni Arif Firmansyah (34), Carerina (11), Iis (32), Mualim (33), Mefa (15), dan Bintang (5).
Sedangkan korban luka ringan yakni, Intan (balita berusia dua tahun).
Menurut Kardono, sebelum peristiwa tragis terjadi, dirinya tengah beristirahat setelah memarkirkan truk trailernya di pinggir jalan raya pantura sebelah kiri.
Saat itu, dari arah Jakarta (barat) datang sebuah kendaraan minibus APV nopol B 2509 ZP, dikemudikan Ahmad Surista (50), warga Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Begitu tiba di kawasan Dusun Margajaya, Desa Ciasem Hilir, laju minibus mendadak hilang kendali, lalu oleng ke kiri dan keluar dari badan jalan, kemudian menghantam dengan keras bagian belakang truk trailernya, yang terparkir di pinggir jalan.
Selain menimbulkan suara benturan keras, akibat hantaman itu, bagian depan kendaraan minibus ringsek.
"Saya lagi parkir, tiba-tiba minibus itu datang dengan kecepatan tinggi, lalu mendadak oleng ke kiri dan menabrak truk saya dengan keras, sampai bagian depannya (minibus, red) ringsek," tutur pengemudi truk, Kardono, kepada KORAN SINDO.
Kapolres Subang AKBP Agus Nurpatria menyampaikan, penyebab pasti kecelakaan ini masih diselidiki tim dari Polda Jabar.
"Tim TAA dari Polda Jabar masih melakukan olah TKP untuk mendalami penyebabnya," kata Agus.
Meski demikian, berdasarkan keterangan sementara saksi di lokasi kejadian, kecelakaan diduga akibat pengemudi hilang kendali atas laju kendaraannya.
"Menurut keterangan saksi, minibus ini melaju kencang, lalu tiba-tiba hilang kendali dan menabrak truk trailer. Dugaan sementara, kemungkinan ngantuk. Tapi kepastiannya masih diselidiki," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak lima orang tewas, enam luka berat, dan satu luka ringan dalam peristiwa minibus APV menabrak truk trailer boks di jalur pantura, Kecamatan Ciasem, Subang.
Seluruh korban merupakan warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara; dan merupakan rombongan dari satu keluarga. Para korban dievakuasi ke Klinik Assalam Kecamatan Sukasari, Subang.
Korban tewas adalah Rusni (45), Ahmad Surista (50), Taufik (40), Fitriadi Ahmad (32), dan Aufa (balita berusia tiga bulan).
Enam korban luka berat adalah Toni Arif Firmansyah (34), Carerina (11), Iis (32), Mualim (33), Mefa (15), dan Bintang (5).
Sedangkan korban luka ringan yakni, Intan (balita berusia dua tahun).
(zik)