Kepala Kesbang Yogya Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI

Selasa, 08 Desember 2015 - 18:53 WIB
Kepala Kesbang Yogya...
Kepala Kesbang Yogya Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI
A A A
YOGYAKARTA - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta, Sukamto, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Yogyakarta tahun 2013.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta Anwarudin Sulistiyono mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah alat bukti mengerucut pada nama Sukamto yang patut dimintai pertanggungjawaban di muka hukum.

"Penetapan tersangka terhadap ST berdasar alat bukti yang cukup," kata Anwar, Selasa (8/12/2015).

Modus Sukamto di kasus ini adalah dia membuat proposal bantuan dana hibah untuk 138 kelompok masyarakat senilai total Rp900 juta lebih. Akan tetapi mekanisme pembuatan proposal dan peruntukannya tidak sesuai aturan.

Anwar menjelaskan, proposal seharusnya diverifikasi dulu oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan masuk dalam rencana anggaran belanja KONI.

"Tapi tersangka membuat proposal di bawah tangan, setelah dana cair diambil sendiri dan diberikan kepada pihak yang sesuai hukum tak berhak menerimanya. Sebagian dana hibah juga dimanfaatkan secara pribadi oleh tersangka," jelasnya.

Meski demikian, Kejari belum berencana menahan Sukamto dengan alasan dia masih kooperatif.

Diketahui, Kejari Yogyakarta menerbitkan surat perintah penyidikan Nomor Print-02/O.4.10/FD.1/06/2015 tertanggal 25 Juni 2015 terkait penyimpangan dalam mekanisme dan prosedur penyaluran, serta peruntukan dana hibah KONI Kota Yogyakarta 2013.

Kasus ini berawal pada tahun 2013, KONI kucurkan dana hibah Rp1,4 miliar ke kantor Kesbang Yogyakarta. Dana hibah yang bersumber dari APBD itu peruntukannya untuk meningkatkan sarana dan prasarana olahraga, serta dana Pusat Pengembangan Latihan dan Pembinaan Atlet Daerah (PPLPAD).

Berdasar perhitungan internal Kejari, kasus ini mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp900 juta.

Saat dikonfirmasi, Sukamto membantah telah melakukan korupsi. Dia minta Kejari mengkaji ulang status tersangka terhadap dirinya. "Saya minta dikaji ulang," tegasnya.

Sukamto mengklaim prosedur pembuatan proposal dan peruntukannya telah sesuai dengan aturan. Dia mengaku kucuran dana hibah atas permintaan dari masyarakat. Bukan atas inisiatif sendiri.

Jika ditemukan adanya perbuatan melawan hukum, lanjutnya, seharusnya yang layak dijadikan tersangka adalah kasi olahraga dan bendahara KONI.

"Kalau ada yang salah mestinya kasi olahraga karena saya sudah disposisi, dan bendahara. Kalau saya salah sasaran," elaknya.
(nag)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
8 menit yang lalu
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
1 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
8 jam yang lalu
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
9 jam yang lalu
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
10 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved