Kronologi Balapan Maut Lamborghini dan Ferrari di Surabaya
Senin, 30 November 2015 - 14:56 WIB
Kronologi Balapan Maut Lamborghini dan Ferrari di Surabaya
A
A
A
JAKARTA - Aksi balapan maut dua mobil mewah Lamborghini dan Ferrari di Surabaya menelan satu korban jiwa, dan dua luka-luka. Berdasaran informasi yang terhimpun, berikut kronologi balapan maut tersebut.
Kecelakaan berawal ketika aksi balapan liar pengemudi Lamborghini dengan mobil Ferrari. Setibanya di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur, mobil Lamborghini bernomor polisi B 2258 WM mengalami hilang kendali.
"Mobil oleng ke sebelah kiri, lalu naik ke trotoar dan menabrak gerobak pedagang susu yang tengah berjualan di lokasi," kata Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar, Senin (30/11/2015).
Setelah mengalami tabrakan keras itu, laju mobil langsung berhenti. Saat itu, pengemudi mobil yang diketahui bernama Wiyang Lautner (24) sempat tidak mau langsung keluar. Setelah diteriaki warga, barulah dia mau keluar dari mobil.
"Ada tiga orang yang menjadi korban, yaitu penjual susu Mujianto (44), dan dua pembeli Kuswantoro (41), dan Srikandi (41). Kaki kanan Mujianto retak akibat kecelakaan ini. Sedangkan Srikanti mengalami patah tulang kaki kanannya," jelasnya.
Sementara korban Kuswantoro meninggal dunia. Jenazahnya kini telah dibawa ke RS Dr Soetomo untuk diautopsi. Hingga kini, pelaku Lamborghini masih dalam pemeriksaan mendalam petugas Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.
Kecelakaan berawal ketika aksi balapan liar pengemudi Lamborghini dengan mobil Ferrari. Setibanya di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur, mobil Lamborghini bernomor polisi B 2258 WM mengalami hilang kendali.
"Mobil oleng ke sebelah kiri, lalu naik ke trotoar dan menabrak gerobak pedagang susu yang tengah berjualan di lokasi," kata Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar, Senin (30/11/2015).
Setelah mengalami tabrakan keras itu, laju mobil langsung berhenti. Saat itu, pengemudi mobil yang diketahui bernama Wiyang Lautner (24) sempat tidak mau langsung keluar. Setelah diteriaki warga, barulah dia mau keluar dari mobil.
"Ada tiga orang yang menjadi korban, yaitu penjual susu Mujianto (44), dan dua pembeli Kuswantoro (41), dan Srikandi (41). Kaki kanan Mujianto retak akibat kecelakaan ini. Sedangkan Srikanti mengalami patah tulang kaki kanannya," jelasnya.
Sementara korban Kuswantoro meninggal dunia. Jenazahnya kini telah dibawa ke RS Dr Soetomo untuk diautopsi. Hingga kini, pelaku Lamborghini masih dalam pemeriksaan mendalam petugas Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.
(san)