Serapan Anggaran Baru 34%, Ahok Diminta Introspeksi Diri

Kamis, 12 November 2015 - 00:20 WIB
Serapan Anggaran Baru...
Serapan Anggaran Baru 34%, Ahok Diminta Introspeksi Diri
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menyayangkan serapan anggaran APBD DKI 2015 baru mencapai 34% atau sekitar Rp23,5 triliun. Ini membuktikan Pemprov DKI tidak mampu melakukan penyerapan anggaran dengan maksimal.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan, minimnya penyerapan anggaran berimbas kepada kesejahteraan masyarakat. Karena porsi anggaran terbesar berada dalam belanja langsung atau belanja publik yang peruntukannya untuk masyarakat sebagai wajib pajak.

Seperti misalnya pendidikan, kesehatan, kemacetan, banjir dan sebagainya. Taufik memperkirakan, penyerapan anggaran yang hingga saat ini baru sekitar 34% hanyalah penyerapan belanja tidak langsung seperti belanja pegawai, iuran rutin listrik dan air, alat tulis kantor.

"Prediksi kami penyerapan tahun ini di bawah 40%. Sisa waktu hanya sekitar satu setengah bulan terhitung dari sekarang hingga 15 Desember mendatang. Penyerapan itu berhubungan langsung dengan kesejahteraan," kata Muhammad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 11 November 2015.

Taufik menjelaskan, rendahnya penyerapan anggaran khususnya belanja langsung itu terjadi akibat manajemen yang buruk. Apabila manajemen Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baik, lanjut Taufik, para pejabat atau pengguna anggaran mampu merealisasikan rencana kegiatan yang disusunnya sendiri.

Untuk itu, Ketua DPD Partai Gerindra itu menyarankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berintropeksi agar disisa kepemimpinannya mampu mensejaterahkan masyarakat melalui penyerapan anggaran yang maksimal.

"Belanja langsung itu kan disusun masing-masing SKPD. Masa kegiatan yang disusun sendiri enggak bisa dikerjakan. Ada masalah manajemen dong. Ahok sebagai top manajemen harus mengubah sikapnya, buat suasana kerja nyaman, evaluasi proses perombakan, dan terpenting komunikasi yang baik dengan masyarakat," jelasnya.
(ysw,ars)
Berita Terkait
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
KUPA PPAS APBD DKI 2021...
KUPA PPAS APBD DKI 2021 Disepakati Rp79,52 Triliun
Pemprov DKI Ajukan Ajukan...
Pemprov DKI Ajukan Ajukan KUA-PPAS APBD 2023 Sebesar Rp85,57 Triliun
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved