Pemkot Bingung Ganti CSR Malabar

Senin, 14 September 2015 - 11:09 WIB
Pemkot Bingung Ganti...
Pemkot Bingung Ganti CSR Malabar
A A A
MALANG - Proyek revitaliasi Hutan Kota Malabar macet total. Kondisi ini terjadi setelah PT Amerta Indah Otsuka menghentikan pengerjaan revitalisasi hutan kota tersebut lantaran menjadi polemik di masyarakat.

Sebelumnya perusahaan produsen minuman dalam kemasan tersebut telah Sudah mengerjakan sebagian proyek pembagunan Hutan Kota Malabar, sebagai bagian dari program revitalisasi. Total seluruh dana CSR yang disumbangkan PT Amerta untuk revitalisasi mencapai Rp2,5 miliar.

Namun polemik yang terjadi membuat PT Amerta menarik diri. Akibat terhentinya bantuan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Amerta tersebut, pembiayaan proyek menjadi terkatung-katung. Pemkot Malang pun kelabakan mencari sumber pendanaan pengganti untuk penyelesaian program revitalisasi tersebut.

Hingga kini, kelanjutan proses revitalisasi Hutan Malabar belum jelas. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik Santoso mengatakan, apabila belum ada investor yang bersedia melanjutkan proyek revitalisasi, sebagian bangunan yang telah ada akan dibiarkan begitu saja.

Bahkan pada 2016 belum ada rencana untuk memasukkan anggaran memasukkan anggaran revitalisasi Hutan Kota Malabar dalam APBD Kota Malang. Menurut Erik, memang sebelumnya tidak dipikirkan untuk menganggarkan revitalisasi Hutan Malabar lantaran sejak awal program revitalisasi hutan kota direncanakan untuk memanfaatkan dana CSR dari perusahaan- perusahaan swasta.

Hal ini bertujuanb agar anggaran program yang dibutuhkan masyarakat tidak terganggu. Erik mengatakan sedang berupaya mencari investor baru yang bersedia melanjutkan program revitalisasi hutan kota ini. Namun diakuinya memang tidak mudah untuk mendapatkannya. ”Kami belum bisa berbuat banyak karena ya memang nggak gampang. Kami juga belum bisa memanfaatkan bangunan yang sudah ada.

Kalau tidak ada investor, bangunan yang ada terpaksa dibiarkan dulu,” ungkapnya. Dia mengatakan bahwa polemik revitalisasi Hutan Kota Malabar menjadi pelajaran bersama bahwa sebelum melaksanakan proses revitalisasi, seyogyanya mengajak komunikasi masyarakat terlebih dulu. ”Perusahaan pendonor CSR pun seharusnya juga diinformasikan mengenai desain pengembangan kota agar tidak sampai menimbulkan polemik seperti yang sudah terjadi,” tuturnya.

Corporate Communication PT Amerta Indah Otsuka, Glenn Noya menegaskan, telah menyerahkan seluruh pelaksanaan revitalisasi Hutan Kota Malabar kepada Pemkot Malang, termasuk bangunan ”setengah jadi” di kawasan hutan kota tersebut. Baginya seluruh kewajiban PT Amerta sudah dilaksanakan berkaitan dengan program revitalisasi hutan kota ini.

”Tapi kami masih membuka peluang untuk bekerjasama dan mendukung program Pemkot Malang. Tentu dengan catatan tidak ada lagi polemik di masyarakat,” tegasnya. Selama proses pengerjaan revitalisasi Hutan Kota Malabar, diakuinya PT Amerta Indah Otsuka, sudah mengeluarkan biaya lebih dari Rp500 juta, dari total dana CSR yang akan disalurkan sebesar Rp2,5 miliar.

Meski begitu, Glenn mengatakan PT Amertra masih menyelesaikan penghitungan nilai kewajiban yang harus dibayarkan kepada rekanan yang telah melakuan pekerjaan revitalisasi tersebut.

Yuswantoro
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
5 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
6 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
7 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
7 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
9 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
9 jam yang lalu
Infografis
Inilah Waktu yang Tepat...
Inilah Waktu yang Tepat untuk Ganti Oli Sepeda Motor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved