Banyak Pasutri Ikut Pilkades Serentak di Majalengka

Sabtu, 06 Juni 2015 - 05:37 WIB
Banyak Pasutri Ikut...
Banyak Pasutri Ikut Pilkades Serentak di Majalengka
A A A
MAJALENGKA - Banyak pasangan suami istri (pasutri) mencalonkan diri menjadi kepala desa dalam pemilihan kepala desa (pilkades) atau kuwu di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Hal itu diduga karena minimnya minat menjadi calon kuwu. Alasan lainnya yakni untuk memenuhui persyaratan jika pilkades harus diikuti minimal dua pasangan calon dan maksimal lima calon.

Salah seorang calon kepala desa (kades) Sindang Hurip Kecamatan Bantarujeg, Cecep mengatakan, dirinya terpaksa memasang istrinya menjadi calon kades atau kuwu karena tidak ada lagi warga yang mendaftar.

"Kan di aturan saat ini minimal dua pasang calon. Karena tidak ada, untuk memenuhui persyaratan terpaksa istri saya dipasang sebagai calon," ujar dia saat mengikuti acara kegiatan Deklarasi Damai dan Bimbingan Teknis Pilkades Serentak di Gedung Islamic Centre Majalengka, Jumat (5/6/2015).

Menurut dia, di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, ada tiga desa yang calon kepala desanya adalah suami istri, yakni Desa Salawangi, Desa Cikidang, dan Desa Sindanghurip.
"Itu baru di kecamatan Bantarujeg, belum di kecamatan lainnya pasti ada," kata dia.

Sementara, Iding Jaenudin, calon kepala desa di Kecamatan Jatiwangi mengaku terpaksa bertarung dengan ayahnya sendiri karena tidak ada calon lain yang mendaftar. "Rival politik saya, ayah saya sendiri," kata dia.

Bupati Majalengka Sutrisno berharap agar pelaksanaan pilkades serentak dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan kondusif.

"Saya sangat berharap agar pesta demokrasi di tingkat desa, tidak melahirkan konflik politik yang berkepanjangan hingga membuat desa tidak kondusif," kata Sutrisno.

Dia juga berharap pelaksanaan pilkades yang akan berlangsung secara serentak pada 13 Juni 2015 tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan tidak menyimpang dari peraturan yang berlaku.

"Pilkades itu masih dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi tetap harus patuh dan tunduk pada pemerintahan yang ada di atasnya, jangan mengikuti aturan sendiri."
(zik)
Berita Terkait
Pemilihan Kepala Desa...
Pemilihan Kepala Desa Serentak di Banda Aceh
Pengamat: Ada Oligarki...
Pengamat: Ada Oligarki di Balik Desakan Perpanjangan Masa Jabatan Kades
Pilkades Serentak Segera...
Pilkades Serentak Segera Digelar di Purwakarta, Panitia Dilarang Kutip Iuran
Junimart PDIP Sebut...
Junimart PDIP Sebut Perpanjangan Masa Jabatan Kades Tak Jamin Bisa Redam Konflik
Banyak Guru di Seruyan...
Banyak Guru di Seruyan Diangkat Menjadi Pjs Kades, Bisa Jadi Masalah Baru
43 Desa di Seruyan Segera...
43 Desa di Seruyan Segera Laksanakan Pilkades Serentak
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
32 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved