Harkitnas Momentum Kebangkitan Ekonomi

Kamis, 21 Mei 2015 - 11:02 WIB
Harkitnas Momentum Kebangkitan...
Harkitnas Momentum Kebangkitan Ekonomi
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei merupakan momentum kebangkitan ekonomi demi kesejahteraan di seluruh Indonesia.

“Indonesia harus bangkit dan perekonomian masyarakat meningkat sehingga mampu menyejahterakan Indonesia,” ujarnya di sela-sela Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke- 107 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin. Untuk mewujudkannya, kata dia, pemerintah harus dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan bangkit dari anjloknya perekonomian, seperti salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jatim, yakni melakukan subsidi ongkos angkut sebelum memasuki Ramadan.

Menurut dia, masyarakat berhak mendapatkan jaminan dan perlindungan dalam bidang ekonomi, terutama pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang terjangkau. Dengan diberikannya subsidi ongkos angkut terhadap kebutuhan pokok, diharapkan dapat mencegah daya beli masyarakat tidak turun. “Masyarakat daya belinya jangan sampai turun. Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, daya beli masyarakat naik. Efeknya, perekonomian dan kesejahteraan dapat bangkit kembali,” paparnya.

Ditemui seusai upacara, Gubernur Jatim juga memberi masukan kepada Presiden Jokowi agar memperkuat padat karya untuk menahan daya beli masyarakat tidak turun. “Sebab, kerja nyata yang dilandasi nasionalisme dapat mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. Apalagi Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka harus fokus,” ucapnya.

Mantan Sekdaprov Jatim itu juga menyampaikan, tuntutan untuk terus maju dan mewujudkan Indonesia sebagai negara sejahtera telah menjadi pemicu pentingnya merealisasikan semangat kebangkitan nasional dengan kerja keras, cerdas, dan produktif. Pembangunan mental dan karakter bangsa, kata dia, menjadi salah satu prioritas utama program pembangunan pemerintahan Indonesia, yang tidak hanya di jajaran birokrasi, tetapi juga seluruh komponen masyarakat.

“Pembangunan karakter yang disebut revolusi mental diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras, dan taat aturan,” ucapnya.

Ihya ulumuddin/ant
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved