Jangan Pulang Dulu ke Surabaya, Kalau Terlanjur Wajib Isolasi Diri

loading...
Jangan Pulang Dulu ke Surabaya, Kalau Terlanjur Wajib Isolasi Diri
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerapkan isolasi 14 hari bagi para pemudik yang terlanjut mudik di Kota Surabaya. Foto/Ilustrasi
SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran (SE) tentang protokol pengendalian mobilitas penduduk yang dikirimkan kepada Ketua RT, pengelola apartemen, pengelola country house, dan pengurus REI Jawa Timur.

Surat edaran yang dikeluarkan Risma pada 6 April 2020 itu bernomor: 470/3674/436.7.13/2020 membahas tentang aturan yang harus diterapkan para warga. Salah satunya tentang protokol yang harus dipatuhi para warga Surabaya dalam mencegah Covid-19.

Risma menuturkan, surat edaran ini berdasarkan keputusan presiden RI nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat akibat Covid-19. Makanya, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, pihaknya meminta para Ketua RT dan pihak pengelola itu untuk melakukan beberapa antisipasi.

"Kami minta kepada warga apabila ada anggota keluarganya yang ada di luar kota atau luar negeri untuk menunda kepulangannya ke Surabaya," kata Risma, Selasa (7/4/2020).



Ia melanjutkan, apabila ada warga Surabaya yang ada di luar kota atau luar negeri sudah terlanjur kembali ke Surabaya, maka warga tersebut harus mentaati langkah-langkah penanganannya, yaitu kepala atau anggota keluarga harus melaporkan anggotanya yang datang dari luar kota atau luar negeri itu ke Ketua RT atau pengurus RT yang ditunjuk atau pengelola apartemen setempat. "Laporan itu harus dilakukan paling lambat 1x24 jam sejak kedatangannya ke Surabaya," ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua RT atau pengurus RT yang ditunjuk atau pengelola apartemen itu harus memasukkan data warganya itu melalui aplikasi lawancovid-19. Selain itu, mewajibkan warganya dan seluruh anggota keluarganya melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari dengan mentaati berbagai ketentuan yang telah ditetapkan.

Di antaranya, tidak boleh keluar rumah, menggunakan kamar terpisah, selalu menggunakan masker, menghindari pemakaian bersama peralatan makan, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, membiasakan berjemur, selalu menjaga kebersihan rumah dan diri dengan cairan disinfektan atau bahan penangkal virus lainnya, dan rutin melakukan pengukuran suhu tubuh, Di samping itu, Ketua RT atau pengurus RT atau pengelola apartemen harus aktif memperbarui data-data warganya.



Di samping itu, Risma juga meminta melakukan pemantauan terhadap keberadaan pendatang baru di wilayah RT, apartemen, dan country house. Bahkan, ia juga meminta pendatang beridentitas kependudukan non Surabaya yang datang terhitung belum 14 hari sejak surat ini diterima, maka wajib melakukan deteksi dini melalui aplikasi lawancovid-19 dan melakukan isolasi mandiri sekaligus mengunduh aplikasi lawancovid-19 guna memperbarui data kondisi vital diri setiap harinya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top