PDAM Kota Surabaya Terpapar Covid-19?
Jum'at, 05 Juni 2020 - 21:36 WIB
loading...
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso.Foto/SINDONews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Beredar kabar berantai di aplikasi chatting yang menyebut bahwa, saat ini sekitar 1.500 orang pegawai PDAM Surabaya resah. Penyebabnya karena ada 3 orang di lingkungan mereka yang positif Covid-19. Bahkan 1 orang di antaranya meninggal dunia.
Tak hanya itu, dalam tersebut juga disebutkan seorang pengemudi direktur utama PDAM Surabaya dinyatakan meninggal di RSAL Surabaya pada 28 Mei 2020.
Kemudian seorang supervisor sedang dirawat di RS Primadya Husada Citra (PHC) Surabaya milik PT Pelindo III sejak 28 Mei 2020. Bahkan, direktur utama PDAM Surabaya juga dikabarkan melakukan isolasi mandiri sejak tanggal 29 Mei 2020.
Terkait informasi tersebut, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menyatakan ada tiga orang di PDAM Surabaya yang tengah dirawat. Namun masih dalam dugaan Covid-19. Sayangnya, Kohar tidak menyebut secara rinci nama-nama yang dimaksud.
“Memang ada karyawan (PDAM Surabaya) sana yang sakit. Kemudian terindikasi gejalanya seperti Covid-19. Lalu dievaluasi lebih jauh, kemudian dirawat di RSAL kemudian meninggal. Kemudian ada yang diisolasi di rumah sakit dan ada yang di rumah. Ditempat kerjanya juga dilakukan rapid test,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (5/6/2020).
Tak hanya itu, dalam tersebut juga disebutkan seorang pengemudi direktur utama PDAM Surabaya dinyatakan meninggal di RSAL Surabaya pada 28 Mei 2020.
Kemudian seorang supervisor sedang dirawat di RS Primadya Husada Citra (PHC) Surabaya milik PT Pelindo III sejak 28 Mei 2020. Bahkan, direktur utama PDAM Surabaya juga dikabarkan melakukan isolasi mandiri sejak tanggal 29 Mei 2020.
Terkait informasi tersebut, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menyatakan ada tiga orang di PDAM Surabaya yang tengah dirawat. Namun masih dalam dugaan Covid-19. Sayangnya, Kohar tidak menyebut secara rinci nama-nama yang dimaksud.
“Memang ada karyawan (PDAM Surabaya) sana yang sakit. Kemudian terindikasi gejalanya seperti Covid-19. Lalu dievaluasi lebih jauh, kemudian dirawat di RSAL kemudian meninggal. Kemudian ada yang diisolasi di rumah sakit dan ada yang di rumah. Ditempat kerjanya juga dilakukan rapid test,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (5/6/2020).
Lihat Juga :