alexa snippet

Cerita Pagi

Perjuangan Rakyat Tanjungbatu Melawan Penjajah

Perjuangan Rakyat Tanjungbatu Melawan Penjajah
Ilustrasi/istimewa
A+ A-
Tanjungbatu Kota (Kecamatan Kundur), karimun, Kepulauan Riau pada zaman kolonial Belanda yang pada masa itu merupakan desa yang tertua adalah desa Alai yang merupakan suatu perkampungan.

Pada zaman penjajahan Belanda sistem pemerintahan kecamatan Kundur dipimpin oleh seorang Amir, setelah menjadi Kecamatan di Tanjungbatu Kota dipimpin oleh seorang Camat dengan penyelenggaraan pemerintahan secara berperiode.

Konon, berdasarkan cerita rakyat yang berkembang, asal mula nama Tanjungbatu adalah karena tumbuhnya sebuah bunga yaitu Bunga Tanjung di atas sebuah batu.

Pada abad ke-16, kekuasaan asing mulai masuk ke Indonesia dimulai dari Portugis, Spanyol lalu Belanda. Di sebagian wilayah Indonesia, semua areal perkebunan dikuasai oleh Belanda. Ttapi hal itu tidak terjadi di Tanjungbatu.

Pada awal abad ke-19, berdirilah sebuah pabrik yang dipegang oleh seorang yang berkebangsaan Jepang. Bernama Yamamoto, dengan diberi nama Nan Koko Gungu Kaisa.

Kebun Yamamoto ini sangat luas, kebun karetnya hingga 6 hektar, kebun pinangnya sebesar Kebun Pinang dan Tanjung Sari (sekarang).

Dalam satu bulan karet dan pinang yang di dapat mencapai 80 ton. Oleh karena itu untuk mempermudah angkutan maka di bangunlah sebuah parit yang sekarang bernama Parit Jepon.

Pada waktu itu penduduk pribumi diperbolehkan sekolah, sekolahnya hanya 3 kelas dan berada di sebuah Masjid.

Kemudian di pindahkan kekawasan pabrik tepatnya di belakangnya. Gurunya waktu itu bernama Bakar, Simon dan Sinaga.

Mata uang yang digunakan adalah Dollar Singapura, oleh karena Yamamoto hanya sendiri yang bukan penduduk pri bumi maka keadaan pada waktu itu sangat aman.

dibaca 15.330x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top