Kisah Panembahan Senopati 3 Hari 3 Malam Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan
Rabu, 04 Januari 2023 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau menurut nasihatku, mari bersama memohon kepada Allah, segala yang sulit semoga dipermudahkan. Mari berbagi tugas. Kamu pergilah ke Laut Kidul, sementara aku akan ke Gunung Merapi. Mari kita bersama-sama berangkat," kata Juru Martani.
Senopati lantas menuju Kali Ompak, terjun ke sungai berenang seturut aliran air hingga mencapai Laut Selatan. Digoda huru-hara di samudera selatan, membuat Nyi Roro Kidul yang sedang beristirahat terbangun dari pembaringannya yang bertabur emas, berhias intan, berlian dan batu mulia.
Babad Tanah Jawi menggambarkan, Kanjeng Ratu Kidul menguasai seluruh makhluk halus di Jawa. Dia lalu memperlihatkan diri kepada Panembahan Senopati. Segera didekati, lalu bersujud di kakinya dan berkata dengan hormat. "Semoga berkenan menghilangkan sedih hati agar hilang pula goro-goro (bencana) ini. Kasihanilah, sebab laut ini saya yang jaga," kata Nyi Roro Kidul.
Baca juga: Sri Aji Kresna Kepakisan, Penguasa Bali yang Dikendalikan oleh Majapahit
Senopati setelah mendengar suara itu begitu gembira hatinya. Prahara pun berhenti. Ikan-ikan yang mati hidup lagi. Nyi Roro Kidul menyembah dengan gerakan menggoda, pulang kembali ke samudera.
Tapi Senopati saat itu juga kasmaran. Dia pun mengikuti berjalan di atas air menuju kerajaan Nyi Roro Kidul. Senopati betul-betul terkesima. Dia bahkan tak ragu untuk mengutarakan isi hatinya. "Ni mas, saya ingin sekali melihat tempat tidurmu," ucapnya.
Ucapan itu bersambut Nyi Roro Kidul. "Marilah tidak usah malu-malu, saya selalu menunggu, Paduka empunya," tutur Nyi Roro Kidul. Panembahan Senopati tiga hari tiga malam tinggal di Laut Selatan. Di sana dia menghabiskan waktu untuk bermesraan dengan Nyi Roro Kidul. Di situ pula dia diberi petunjuk menjadi raja yang mampu menguasai manusia, jin dan peri.
Senopati lantas menuju Kali Ompak, terjun ke sungai berenang seturut aliran air hingga mencapai Laut Selatan. Digoda huru-hara di samudera selatan, membuat Nyi Roro Kidul yang sedang beristirahat terbangun dari pembaringannya yang bertabur emas, berhias intan, berlian dan batu mulia.
Babad Tanah Jawi menggambarkan, Kanjeng Ratu Kidul menguasai seluruh makhluk halus di Jawa. Dia lalu memperlihatkan diri kepada Panembahan Senopati. Segera didekati, lalu bersujud di kakinya dan berkata dengan hormat. "Semoga berkenan menghilangkan sedih hati agar hilang pula goro-goro (bencana) ini. Kasihanilah, sebab laut ini saya yang jaga," kata Nyi Roro Kidul.
Baca juga: Sri Aji Kresna Kepakisan, Penguasa Bali yang Dikendalikan oleh Majapahit
Senopati setelah mendengar suara itu begitu gembira hatinya. Prahara pun berhenti. Ikan-ikan yang mati hidup lagi. Nyi Roro Kidul menyembah dengan gerakan menggoda, pulang kembali ke samudera.
Tapi Senopati saat itu juga kasmaran. Dia pun mengikuti berjalan di atas air menuju kerajaan Nyi Roro Kidul. Senopati betul-betul terkesima. Dia bahkan tak ragu untuk mengutarakan isi hatinya. "Ni mas, saya ingin sekali melihat tempat tidurmu," ucapnya.
Ucapan itu bersambut Nyi Roro Kidul. "Marilah tidak usah malu-malu, saya selalu menunggu, Paduka empunya," tutur Nyi Roro Kidul. Panembahan Senopati tiga hari tiga malam tinggal di Laut Selatan. Di sana dia menghabiskan waktu untuk bermesraan dengan Nyi Roro Kidul. Di situ pula dia diberi petunjuk menjadi raja yang mampu menguasai manusia, jin dan peri.
(eyt)
Lihat Juga :