alexametrics

Penularan COVID-19 Lewat Udara Rentan Terjadi di Fasilitas Kesehatan

loading...
Penularan COVID-19 Lewat Udara Rentan Terjadi di Fasilitas Kesehatan
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Pakar epidemiologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Bony Wiem Lestari menyebut, penularan COVID-19 lewat udara rentan terjadi di fasilitas-fasilitas kesehatan, seperti ruang isolasi.

Hal itu dikatakan Bony sekaligus untuk meluruskan isu yang beredar di masyarakat yang menyebut COVID-19 dapat ditularkan melalui transmisi udara (airborne) seiring adanya pernyataan dari WHO terkait hal itu. (BACA JUGA:Lonjakan COVID-19 di Jabar Bakal Terus Terjadi hingga Agustus)

Dia mengatakan, WHO selalu meng-update berbagai informasi terkait penularan COVID-19 dan bagaimana protokol kesehatan dijalankan di seluruh dunia. Meski begitu, Bony menegaskan, penularan melalui udara dimungkikan terjadi di fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi. (BACA JUGA:Klaster Secapa AD Ditemukan Berawal dari Perwira Siswa Sakit Bisul)

"Metode transmisi airborne hanya dimungkinkan terjadi di setting (tempat) yang spesifik, bukan di tempat umum,” tegas Bony, Sabtu (11/7/2020). (BACA JUGA:Menhan Prabowo Minta Prajurit TNI Tes COVID, KSAD: Bagus Sekali)



Bony menuturkan, saat ini, WHO masih belum menemukan bukti bahwa penularan melalui udara dapat terjadi di tempat-tempat lain. Sambil menunggu hasil penelitian yang valid, kata Bony, pemerintah masih dapat menggunakan protokol kesehatan WHO yang lama.

"Penelitian yang ada sejauh ini masih di setting kesehatan, seperti ruang isolasi,” sebutnya.



Lebih lanjut Bony mengatakan, dari isu yang beredar tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di fasilitas kesehatan COVID-19 yang terdiri dari ring 1, ring 2, ring 3.

Hal itu pun menjadi peringatan bagi tenaga medis, seperti dokter, perawat, maupun keluarga terdekat pasien.

"Kapan tenaga medis harus pakai masker surgical, N95, APD level 3 misalnya. Ini betul -betul memperingatkan teman-teman kesehatan harus disiplin menegakkan protokol kesehatan untuk perlindungan dirinya," tegasnya.

Bony menambahkan, WHO memperingatkan masyarakat untuk sangat berhati-hati berada di dalam ruangan (indoor), banyak orang, dan tempat dengan ventilasi udara yang buruk. "(Karena) Ada potensi munculnya outbreak (wabah)," tandasnya.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak