Nelayan Pantura: Lobster Dilarang, Kami Tak Bisa Makan
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:05 WIB
loading...
Nelayan Pantura Banyuwangi, Jawa Timur, menyesalkan pihak-pihak yang menolak aturan pelarangan penangkapan benih bening lobster (BBL) untuk keperluan budidaya maupun ekspor. Dokumen/SINDOnews
A
A
A
BANYUWANGI - Nelayan Pantura Banyuwangi, Jawa Timur, menyesalkan pihak-pihak yang menolak aturan pelarangan penangkapan benih bening lobster (BBL) untuk keperluan budidaya mau pun ekspor.
Musriyadi, anggota kelompok nelayan Pesona Bahari, Pantai Watu Dodol, Banyuwangi, Jawa Timur mengatakan dia bersama teman-temannya sesama nelayan Pantura harus menjadi pengangguran selama penangkapan dan pembudidayaan lobster dilarang.
"Kami semua di sini menangis. Kami kan mencari ikan hanya tiga bulan setahun. Sisanya kami menganggur," kata Musriadi ditemui di lokasi budidaya Lobster, Watu Dodol, Banyuwangi, Minggu (12/7/2020).
Mus menceritakan, selama itu pula dia harus pontang-panting mencari uang untuk makan. Bahkan beberapa di antara nelayan ada yang nekat menangkap benih dan bekerja sama dengan penyelundup lobster dengan risiko mereka akan ditangkap aparat. "Kebijakan menteri yang dulu itu sangat menyengsarakan kami," tegas Mus.
Karena itu, dia mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan era Edhy Prabowo yang mencabut larangan itu. Mus mengatakan, kebijakan baru itu sangat dirasakan dia dan kelompoknya.
Musriyadi, anggota kelompok nelayan Pesona Bahari, Pantai Watu Dodol, Banyuwangi, Jawa Timur mengatakan dia bersama teman-temannya sesama nelayan Pantura harus menjadi pengangguran selama penangkapan dan pembudidayaan lobster dilarang.
"Kami semua di sini menangis. Kami kan mencari ikan hanya tiga bulan setahun. Sisanya kami menganggur," kata Musriadi ditemui di lokasi budidaya Lobster, Watu Dodol, Banyuwangi, Minggu (12/7/2020).
Mus menceritakan, selama itu pula dia harus pontang-panting mencari uang untuk makan. Bahkan beberapa di antara nelayan ada yang nekat menangkap benih dan bekerja sama dengan penyelundup lobster dengan risiko mereka akan ditangkap aparat. "Kebijakan menteri yang dulu itu sangat menyengsarakan kami," tegas Mus.
Karena itu, dia mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan era Edhy Prabowo yang mencabut larangan itu. Mus mengatakan, kebijakan baru itu sangat dirasakan dia dan kelompoknya.
Lihat Juga :