alexametrics

Isolasi Pasien Positif COVID-19 di Aula Masjid Ash-Shiddiq Bakal Dipindah ke RSUD

loading...
Isolasi Pasien Positif COVID-19 di Aula Masjid Ash-Shiddiq Bakal Dipindah ke RSUD
Aula Masjid Ash-Shiddiq yang jadi ruang isolasi pasien positif COVID -19 rencananya akan dikembalikan ke fungsi awal jika dua pasien yang diisolasi telah dipindahkan ke RSUD yang ada di KBB. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A+ A-
BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan memindahkan pasien positif COVID-19 yang kini sedang menjalani isolasi di Aula Masjid Ash-Shiddiq di kompleks Perkantoran Pemda KBB.

Selain karena pasien yang diisolasi hanya menyisakan dua orang, rencana tersebut juga untuk kembali memfungsikan Masjid Ash-Shiddiq sebagai pusat kegiatan keagamaan termasuk salat Jumat.(BACA JUGA: Ini Alasan Pemindahan Habib Bahar ke Lapas Gunung Sindur)

"Pasien di Ash Shiddiq yang diisolasi kan tinggal dua orang lagi. Mereka akan dipindah ke salah satu dari tiga RSUD di KBB, antara RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan RSUD Lembang," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Sabtu (11/7/2020).

Bupati mengatakan, ketiga RSUD tersebut juga memiliki ruang isolasi khusus bagi pasien COVID-19. Saat ini kondisi ruang isolasi di tiga RSUD banyak yang kosong sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan.



Padahal ketika awal pandemi COVID-19 muncul, Pemda KBB langsung menyiapkan total 60 ruang isolasi khusus bagi pasien positif COVID-19 di tiga RSUD termasuk di aula Masjid Ash-Shiddiq.

Menurutnya, alasan saat itu Pemda KBB menjadikan Aula Masjid Ash-Shiddiq sebagai tempat isolasi bagi pasien positif COVID-19 untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif. Namun ternyata jumlah pasien positif COVID-19 di KBB tidak sebanyak yang diperkirakan.



Sehingga nantinya jika dua pasien COVID-19 sudah dipindahkan dari Masjid Ash-Shiddiq, kegiatan keagamaan yang selama ini sempat terhenti akan kembali dihidupkan.

"Bapak rindu Salat Subuh berjamaah, Jumatan, dan berbagai kegiatan keagamaan lain. Makanya masjid harus dimakmurkan lagi," ucapnya(BACA JUGA: 99 Orang Positif COVID-19, Area Pusdikpom Cimahi Disemprot Disinfektan)

Pada kesempatan sama, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 KBB, Asep Sodikin menyebutkan, hingga Jumat (10/7/2020) warga KBB yang positif tinggal 10 orang. Sebelumnya ada 75 orang yang terkonfirmasi COVID-19 dan sembuh 61 orang. Dari sisa 14 orang, menyusul 4 orang sembuh, sehingga tinggal 10 orang yang positif aktif. Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) yang sebelumnya 462, telah dipantau 451 dan tinggal 11 yang masih dipantau.

"KBB ini bukan tempat penyebaran virus karena hasil traking kebanyakan yang tertular karena datang dari luar daerah. Seperti kasus Tanimulya, itu terpaparnya di Cimahi," ujarnya.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak