7 Mata Uang Kuno yang Dipakai Berbagai Kerajaan di Nusantara

Kamis, 15 Desember 2022 - 19:53 WIB
loading...
7 Mata Uang Kuno yang...
Terdapat sejumlah mata uang kuno yang dipakai berbagai kerajaan di nusantara. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Terdapat sejumlah mata uang kuno yang dipakai berbagai kerajaan di nusantara . Kerajaan Nusantara diketahui telah menggunakan sejumlah mata uang dalam proses transaksinya.

Dilansir dari bi.go.id, sebelum masa kerajaan Hindu-Buddha, perdagangan di Nusantara telah menuntut penggunaan alat pembayaran yang bisa diterima secara umum sebagai pengganti sistem barter.

Mulanya alat pembayaran ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana seperti kulit, manik-manik, hingga batu. Barulah setelah masa masuknya agama Hindu Buddha di nusantara bahan pembuatan mata uang diganti dengan logam.

Baca juga : Heboh Uang Kuno Bergambar Presiden Soekarno, Warga Pematangsiantar Ini Memilikinya

Hal tersebut membuat beberapa kerajaan nusantara memiliki mata uangnya tersendiri. Sampai saat ini terdapat tujuh mata uang kuno yang telah diketahui.

Berikut tujuh yang dipakai beberapa kerajaan di Nusantara :

1. Gobog

Gobog merupakan mata uang yang digunakan oleh Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1300 an. Namun mata uang ini bukan dijadikan sebagai alat pembayaran melainkan untuk persembahan ketika beribadah.

Mata uang kuno ini memiliki ciri berwarna kekuning-kuningan dengan ukiran khas dan lubang segi empat di tengah. Desain tersebut terinspirasi dari mata uang Tiongkok.

2. Kampua

Uang Kampua atau Bida menjadi satu-satunya jenis uang terbuat dari kain tenun yang beredar di Indonesia antara tahun 1622 – tahun 1870. Mata uang ini pertama kali diperkenalkan oleh Bulawambona yaitu Ratu kerajaan Buton ke-2 yang memerintah sekitar abad 14.

Uang Kampua atau Bida memegang peranan penting sebagai alat pembayaran pada waktu itu. Hal ini terbukti dengan tersebarnya uang Kampua sampai ke luar Buton yaitu sampai ke Sulawesi Selatan dan Maluku sampai akhir abad ke 19.

3. Ma

Mata uang ini digunakan di Kerajaan Mataram Kuno. Kala itu mata uang ini sempat tidak berlaku, namun ketika Majapahit berkuasa mata uang Ma kembali dipergunakan.

Ciri dari mata uang ini adalah warnanya yang perak berbentuk lingkaran kurang sempurna dengan ukiran di salah satu bagiannya.

4. Jinggara

Jinggara digunakan sebagai mata uang Kerajaan Gowa yang berada di Sulawesi Selatan pada abad ke 17. Mata uang kuno ini terbuat dari timah sehingga warnanya kekuning kuningan.

Ciri lain dari Jinggara adalah terdapatnya tulisan arab di salah satu bagian mata uangnya. Hal tersebut juga membuktikan bahwa Kerajaan Gowa adalah kerajaan Islam.

Baca juga : 6 Uang Kuno Termahal di Dunia, Harganya bisa Bikin Kaya Mendadak!

5. Real Batu Sumenep

Mata uang ini digunakan di Kerajaan Sumenep Madura yang berdiri pada 1730 M. Uang ini berbentuk lingkaran tidak sempurna dengan ukiran arab di bagian salah satu mukanya.

Kerajaan Sumenep diketahui mengedarkan mata uang yang berasal dari mata uang asing yang kemudian dicap bertulis Arab sebagai tanda pengesahan. Karena itu terkadang masih ada logo mata uang asing di uang ini.

6. Kasha

Pada dasarnya uang ini merupakan mata uang China yang lazim digunakan di daerah Banten, seperti wilayah pelabuhan di Jawa.

Karena itu ciri dari uang ini punya kemiripan dengan koin khas Tiongkok. Dengan bentuk lingkaran berlubang di bagian tengahnya.

7. Keueh

Dilansir dari kemdikbud.go.id, pelaut Inggris, John Davis yang bekerja di kapal Belanda yang berlabuh di Aceh pada 1599. Mengungkapkan bahwa di Aceh telah terdapat berbagai macam alat pembayaran.

Di antaranya keueh, mas, cowpan, pardaw, dan tayel. Mata uang tersebut digunakan oleh Kerajaan Samudra Pasai. Ciri Keueh ini berbentuk lingkaran dengan tulisan arab di tengahnya sama halnya seperti mata uang kerajaan Islam lainnya.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Rekomendasi
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Brigjen LMI Jadi Tersangka...
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Qodari: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Berita Terkini
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved