Saling Memaafkan, Kekerasan Guru terhadap Sejumlah Siswa di Ruang Kelas Berakhir Damai
Jum'at, 09 Desember 2022 - 07:01 WIB
loading...
Berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan, kejadian ini akhirnya berakhir dengan damai. (Ist)
A
A
A
CIMAHI - Aksi kekerasan kepada siswa diduga dilakukan seorang guru di SMPN 1 Kota Cimahi. Kekerasan tersebut yakni dengan menampar sejumlah siswa kelas IX yang sedang berkumpul di ruang kelas dengan buku pada Selasa (6/11/2022).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, guru tersebut melakukan tindakan itu karena ada kesalahpahaman. Yakni soal nilai ujian karena saat ini sedang ada penilaian akhir semester (PAS).
"Ada itu (ditampar) pakai buku. Kalau dari versi guru, ada miskomunikasi dan mispersepsi soal nilai PAS," kata Harjono kepada wartawan di Pusdik Armed Cimahi, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, terkait penilaian tersebut guru yang bersangkutan menganggap ada sejumlah siswa yang nilainya masih belum lengkap, sehingga harus diulang. Sebab PAS itu tidak hanya dari nilai rapor saja, tapi ada juga nilai sumatif, formatif, praktek, dan nilai harian.
Pihaknya tetap menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut, karena tindakan yang dilakukan oleh guru itu tetap salah. Terlebih SMPN 1 Kota Cimahi ini menjadi percontohan bebas bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, guru tersebut melakukan tindakan itu karena ada kesalahpahaman. Yakni soal nilai ujian karena saat ini sedang ada penilaian akhir semester (PAS).
"Ada itu (ditampar) pakai buku. Kalau dari versi guru, ada miskomunikasi dan mispersepsi soal nilai PAS," kata Harjono kepada wartawan di Pusdik Armed Cimahi, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, terkait penilaian tersebut guru yang bersangkutan menganggap ada sejumlah siswa yang nilainya masih belum lengkap, sehingga harus diulang. Sebab PAS itu tidak hanya dari nilai rapor saja, tapi ada juga nilai sumatif, formatif, praktek, dan nilai harian.
Pihaknya tetap menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut, karena tindakan yang dilakukan oleh guru itu tetap salah. Terlebih SMPN 1 Kota Cimahi ini menjadi percontohan bebas bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Lihat Juga :