Kisah Raden Mas Said Pendiri Puro Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

Jum'at, 09 Desember 2022 - 05:05 WIB
loading...
Kisah Raden Mas Said Pendiri Puro Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina
Inilah sosok Raden Mas Said pendiri Puro Mangkunegaran lokasi pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang-Erina. Foto: Istimewa
A A A
RADEN Mas Said adalah putra dari Kanjeng Pangeran Aryo Mangkunegoro dan Raden Ayu Wulan yang wafat saat melahirkannya pada tanggal 8 April 1725 Masehi di Kartasura. Dia juga dikenal Pangeran Sambernyawa.

Dia adalah pendiri Puro Mangkunegaran, yang akan menjadi lokasi pernikahan putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo, Kaesang Pangarep-Erina Gudono.

Raden Mas Said diakui sebagai pangeran merdeka dan berhak memiliki wilayah otonom berstatus kadipaten yang statusnya di bawah kasultanan dan kasunanan. Sehingga penguasa kadipaten tidak berhak menyandang gelar Sultan atau Sunan, setelah Perjanjian Salatiga antara RM Said dengan PB III yang membagi wilayah Kerajaan Mataram untuk kali kedua setelah Perjanjian Giyanti dua tahun sebelumnya. Perjanjian Salatiga ini menandai berdirinya Mangkunegaran.

Baca juga: Keindahan Pura Mangkunegaran, Tempat Pernikahan Kaesang dan Erina

RM Said pun mendapat gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) dan memilih gelar menggunakan nama ayahnya dan bergelar KGPAA Mangkunegara I. Kadipaten Mangkunegaran pun diberi wilayah yang luasnya hampir setengah dari wilayah Kasunanan Surakarta yang mencakup bagian utara Kota Surakarta, yakni Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, dan sebagian wilayah Kecamatan Ngawen, serta Semin di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Keberhasilan Raden Mas Said mendapatkan pengakuan dan wilayah kekuasaan pun tidak mudah, dia bahkan dicap sebagai pemberontak oleh VOC bersama sekutunya.



Saat Raden Mas Said berusia 2 tahun, dia harus kehilangan ayahandanya karena dibuang oleh Belanda ke Tanah Kaap (Ceylon) atau Srilanka. Hal itu karena ulah keji berupa fitnah dari Kanjeng Ratu dan Patih Danurejo.

Akibatnya, Raden Mas Said mengalami masa kecil yang jauh dari selayaknya seorang bangsawan Keraton. Raden Mas Said menghabiskan masa kecil bersama anak-anak para abdi dalem lainnya, sehingga mengerti betul bagaimana kehidupan kawula alit.

Dari situ, Raden Mas Said menjadi seorang yang mempunyai sifat peduli terhadap sesama dan kebersamaan yang tinggi karena kedekatannya dengan abdi dalem yang merupakan rakyat kecil biasa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2547 seconds (10.177#12.26)