Kisah Toleransi Warga Flores Timur, Relakan Tanah untuk Hunian dan Makam Warga Beda Agama

Selasa, 06 Desember 2022 - 17:47 WIB
loading...
Kisah Toleransi Warga Flores Timur, Relakan Tanah untuk Hunian dan Makam Warga Beda Agama
Rapat FKUB di Kantor Kemenag Flores Timur setiap bulan. Di daerah ini kerukunan dan toleransi sudah menjadi warisan leluhur. Foto/Ist
A A A
FLORES TIMUR - Toleransi beragama sudah sejak lama terjalin di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehidupan warga yang berbeda keyakinan namun saling menghormati dan menghargai merupakan warisan leluhur yang terus berjalan hingga saat ini.

Anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Flores Timur, Bernard Tukan menuturkan kisahnya saat bersafari ke seluruh wilayah Flores Timur sepanjang 2022.

Baca juga: Keunikan Pesantren La-Royba Bali, Hampir Separuh Guru Beragama Hindu

"Mendapat kesempatan berjumpa dengan sesama saudara beragam agama. Itu menjadi pengalaman yang asyik, menyenangkan, dan bermakna. Masyarakat diajak berbagi pengalaman tentang realitas kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama," ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Dalam sejumlah pertemuan, masyarakat mengungkapkan bahwa selama ini mereka hidup rukun. Kerukunan, toleransi, dan moderasi merupakan nilai budaya yang diwariskan leluhur. Sejak terbentuknya Lewotana (kampung) sudah ada sikap saling menerima antara suku asli (Ile Jadi) dan suku pendatang (Tena Mao, Sina Jawa).

"Perjumpaan itu mengakhiri pengembaraan suku asli, dan mereka bersepakat untuk bersama membangun kampung," ujarnya.

Terungkap juga bahwa sebelum kedatangan agama, sudah ada budaya dan adat dengan nilai-nilainya yang menjadi perekat keutuhan Lewotana. Mereka saling menerima sebagai saudara, tanpa menyoal perbedaan, bahkan saling mengakui dan menghormati perbedaan itu.

Baca juga: Pesantren La-Royba Bali, Berbaur dan Hidup Rukun dengan Warga Beragama Hindu

Saat dialog di Kecamatan Ile Mandiri, Ketua Remaja Masjid Delang, Asyril K Lamabelawa mengatakan bahwa masyarakat sudah terbiasa membangun kebersamaan dan kerjasama walau ada perbedaan agama di antara mereka.

"Menurut ajaran Islam, selain akidah dan ibadat, kita dapat bersama dan bekerja sama dalam semua aspek kehidupan," Asyril.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2647 seconds (10.101#12.26)