Brimob Polda Sulsel Terjunkan Tim SAR Cari Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Lajua

Selasa, 06 Desember 2022 - 01:09 WIB
loading...
Brimob Polda Sulsel Terjunkan Tim SAR Cari Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Lajua
Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sulsel (Sulsel) menerjunkan Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) untuk membantu pencarian bocah tujuh tahun yang tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Foto Antara
A A A
MAKASSAR - Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sulsel (Sulsel) menerjunkan Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) untuk membantu pencarian bocah tujuh tahun yang tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.



Korban tenggelam adalah bocah bernama Imam Rul Yawan. Imam dilaporkan hanyut sehari sebelumnya, Minggu (4/12) sore, akibat terseret arus sungai. Baca juga: Lompat Dari Air Terjun Setinggi 6 Meter, Pelajar SMA Tewas Tenggelam

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan mengatakan anak buahnya dari regu SAR diterjunkan setelah adanya informasi seorang anak tenggelam di Sungai Lajua.

"Begitu informasi kami terima bahwa ada anak kecil yang tenggelam, saya langsung terjunkan tim SAR kita untuk segera mencari korban," ujar Kompol Nur Ichsan di Makassar, Senin (5/12/2022).

Tim SAR ikut melakukan pencarian bersama Pos Basarnas Bone, BPBD, Satpol PP Bone, Polsek, Koramil Kajuara dan potensi SAR lainnya serta dibantu oleh warga sekitar.

Ichsan mengatakan korban saat terseret arus sungai sedang melintasi Jembatan Pelimpas bersama dengan kakeknya, Puang Ilu bin Bakri (70). Saat kejadian, cuaca hujan lebat dan arus sungai juga cukup deras.

"Saat melintasi Jembatan Pelimpas, arus sungai yang deras sudah menggenangi jembatan dan tiba-tiba saksi bersama korban terseret jatuh di sungai," tambahnya. Baca juga: Penumpang KM Niki Sejahtera Ceburkan Diri ke Laut Tabanio, Basarnas Lakukan Pencarian

Ketika korban terjatuh, lanjut dia, Puang Ilu berhasil meraih batang pohon di pinggir sungai untuk menyelamatkan diri, sedangkan cucunya tidak sempat diraih karena sudah terseret arus sungai. "Kakeknya ini berhasil naik ke pinggiran sungai, baru diketahui bahwa cucunya sudah tidak ada saat sudah naik," ucapnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2213 seconds (10.55#12.26)