Harga Anjlok, Pengumpul Kopra di Kolaka Utara Gulung Tikar, Petani Jual Tempurung untuk Tambahan

Rabu, 30 November 2022 - 13:11 WIB
loading...
Harga Anjlok, Pengumpul Kopra di Kolaka Utara Gulung Tikar, Petani Jual Tempurung untuk Tambahan
Harga komoditi kopra di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara terjun bebas. Ini membuat para pengumpul banyak yang gulung tikar. Untuk tambahan penghasilan, para petani menjual tempurung kelapa. Foto Muh Rusli
A A A
KOLAKA UTARA - Harga komoditi kopra di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara terjun bebas. Ini membuat para pengumpul banyak yang gulung tikar. Untuk mendapat tambahan penghasilan, para petani terpaksa menjual tempurung kelapa .



Hasanuddin, petani kopra di Desa Patowonua, Kecamatan Lasusua mengatakan, harga kopra terjun dari angka Rp12.000 pada September lalu menjadi Rp6.200 per kilogram (Kg). "Ini masih mendingan. Sebelumnya hanya dibeli Rp5.000 per kg," ungkapnya, Rabu (30/11/2022). Baca juga: Badan Pangan Nasional Jamin Stok 12 Komoditas Pangan Cukup, Termasuk Beras?

Ia mengaku tidak punya pilihan karena buah kelapanya yang sudah matang harus dipanen untuk dijual. Pasalnya, para pedagang pengumpul yang biasanya saling berlomba membeli komoditinya juga banyak yang gulung tikar. "Di desa saya sisa satu yang keliling membeli. Kemarin (Oktober) saya jual Rp600 per kg," bebernya.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk jasa pemanjat kelapa per batang dipatok Rp15.000. Opsi kedua yakni hasil panen dibagi rata sesuai jumlah biji yang berhasil diturunkan dari pohonnya.

Untuk menambah penghasilan, dirinya juga membeli kelapa petani lain seharga Rp800-1.000 per biji. Batok kelapa yang biasa ia serahkan cuma-cuma ke orang lain kini ia jual ke pedagang arang seharga Rp1.000 per kg. Baca juga: Program Kelapa Genjah 1 Juta Batang di Solo Raya Tunjukkan Hasil Baik

Di tempat terpisah, Usman, warga Kecamatan Lambai mengatakan, harga kopra biasa dengan jenis putih hanya terpaut Rp300-Rp500 per kg. Hasil panen tidak sebanyak sebelumnya karena beberapa petani memilih menebang tanaman usia tua untuk dijual ke pedagang kayu.

Luas areal perkebunan kelapa di Kolut berdasarkan data BPS pada 2020 sejumlah 2.873 Ha. Selain Surabaya, pangsa pasar kakao Kolut mengalir ke provinsi tetangga, Sulawesi Selatan.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3617 seconds (11.210#12.26)