Terpuruk Akibat Pandemi, Pengusaha Sulit Gelar Tes PCR 10% Karyawan

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:23 WIB
loading...
Terpuruk Akibat Pandemi,...
Kepala Disnakertrans Jabar Taufik Garsadi. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Banyak pengusaha di Jawa Barat kesulitan melaksanakan tes COVID-19 terhadap 10 persen karyawan sesuai instruksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menekan potensi penularan COVID-19 di lingkungan industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Taufik Garsadi mengungkapkan, berdasarkan laporan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, pengusaha sangat kesulitan melaksanakan rekomendasi tersebut. (BACA JUGA: Gubernur Minta Kepala Daerah Wajibkan Industri Tes PCR 10% Karyawan )

"Terkait edaran Pak Gubernur untuk melakukan tes 10 persen karyawan, berdasarkan laporan Apindo, memang sangat berat sekali," kata Taufik di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020). (BACA JUGA: Ada 2 Klaster Baru COVID-19 di Jabar, Industri dan Lembaga Pendidikan )

Menurut Taufik, ada beberapa alasan yang disampaikan pengusaha terkait persoalan tersebut. Pertama, kondisi keuangan perusahaan yang terpuruk akibat dampak pandemi COVID-19, sehingga mereka tak mampu membeli alat tes COVID-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) itu. "Kedua, memang dari awal mereka tidak menganggarkan (pembelian alat tes COVID-19)," ujar Taufik.

Taufik menuturkan, selain harganya yang dinilai terlalu mahal, para pengusaha pun kesulitan mendapatkan alat tes PCR tersebut. Oleh karenanya, mereka pun meminta bantuan pemerintah untuk menyiapkan alat tes PCR.

"Jadi, selain membeli, mereka juga mengharapkan subsidi karena dengan jumlah karyawan yang mencapai ribuan, ini akan memberatkan," tutur Kadisnakertrans.

Meski begitu, Taufik memastikan, perusahaan-perusahaan di Jabar kini sudah menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Bahkan, protokol COVID-19 diterapkan sangat ketat, terutama di perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor.

Menurut dia, kedisiplinan pimpinan perusahaan dan pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja sangat krusial dalam mencegah penularan COVID-19, terutama di industri berskala besar.

"Kami intens memantau penerapan protokol COVID-19 dengan melibatkan UPTD di wilayah Bogor, Karawang, Cirebon, Bandung Raya, dan Priangan (Garut)," tutur Taufik.

Disnakertrans Jabar, ungkap Taufik, sudah mengeluarkan aturan terkait protokol pencegahan COVID-19 di perusahaan dan pabrik. Dalam protokol tersebut, pimpinan perusahaan dan pimpinan unit kerja serta serikat pekerja diminta ikut mengantisipasi penyebaran COVID-19, salah satunya mengoptimaliasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.

"Jadi pimpinan perusahaan bersama serikat buruh melakukan perundingan dan bersepakat melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai COVID-19. Kami pastikan, kesepakatan tersebut dilakukan oleh kedua pihak," ungkap dia.

Diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebelumnya menginstruksikan industri melakukan tes COVID-19 terhadap 10 persen karyawan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Kami fokus ke industri karena kasus di Kabupaten Bekasi (klaster pabrik PT Unilever) itu lintas wilayah, kerja di pabrik di Kabupaten Bekasi tapi domisili sebagian di Karawang," kata Gubernur di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pekan lalu.

"Maka karena kewaspadaan ekonomi yang sudah dibuka, kami meminta kepala daerah mewajibkan industri besar melakukan tes PCR mandiri, minimal 10 persen dari karyawan secara acak untuk memastikan tidak ada anomali lain," tandas Kang Emil.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPRD Optimistis Ekonomi...
DPRD Optimistis Ekonomi Jabar hingga Akhir Tahun 2025 Melonjak
Idris Sandiya Ajak Pengurus...
Idris Sandiya Ajak Pengurus Nasdem Kota Cirebon Jaga Soliditas Hadapi Pemilu 2029
Jemaah Jabar Capai 38.723...
Jemaah Jabar Capai 38.723 Orang, BPKH: Pengelolaan Dana Haji Tembus Rp171 Triliun
Buruh Pabrik di Lampung...
Buruh Pabrik di Lampung Tewas Terjatuh ke Mesin Pencacah Kayu
Daftar 27 Kabupaten...
Daftar 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, Lengkap dengan Luas Wilayah hingga Julukan
Keistimewaan Wastukancana...
Keistimewaan Wastukancana Penguasa Galuh saat Lahir, Munculnya Tanda Alam Gempa Bumi
Kisah Annisa, Anak Buruh...
Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Sarjana Pertama di Keluarganya dan Lulusan Terbaik IPB
Sakit Hati, Buruh Pabrik...
Sakit Hati, Buruh Pabrik di Cikarang Aniaya Mantan Kekasih Sekaligus Atasan
Merpati Putih dan Harapan...
Merpati Putih dan Harapan Jakarta Baru yang Ramah bagi Sem
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved