Pemkot Makassar Buka Lapangan Kerja lewat Program Magang Mandiri

Selasa, 29 November 2022 - 17:17 WIB
loading...
Pemkot Makassar Buka Lapangan Kerja lewat Program Magang Mandiri
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tenri A Palallo. Foto Antara
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) membuka lapangan kerja bagi tenaga pustakawan lewat Program Magang Mandiri. Dengan program ini diharapkan bisa meningkatkan minat baca sekaligus memberikan peluang kerja bagi warga.

Kepala Dinas Perpustakaan Makassar Tenri A Palallo di Makassar, menyampaikan, pihaknya terus berupaya memenuhi permintaan SDM tenaga pustaka di sejumlah sekolah yang mengusulkan. Baca juga: Perkuat Minat Baca dan Literasi, Mentan dan Khofifah Terima Penghargaan dari Perpusnas

"Kita terus berusaha memenuhi permintaan yang diusulkan sejumlah pihak untuk pengisian tenaga pustakawan, khususnya di sekolah," kata Tenri, Selasa (29/11/2022).



Menurutnya, terdapat sekitar 1.054 perpustakaan yang membutuhkan tenaga pustakawan di Kota Makassar, yakni perpustakaan sekolah, mulai SD, SMP serta SMA dan instansi lainnya.

"SMA memang tidak menjadi kendali Kota Makassar. Tapi, khusus pada perpustakaannya, Pemprov Sulsel menyerahkan pengelolaannya ke Kota Makassar," katanya.

Diketahui, Program Magang Mandiri dimulai sejak 2019 dan berhasil menyalurkan sebanyak 47 tenaga pustakawan ke berbagai sekolah. Setiap tahun, Dinas Perpustakaan menyalurkan sebanyak 12 pustakawan dan hanya delapan orang sebagai uji coba di tahun 2019.

"Lewat Magang Mandiri, kita sudah menciptakan lapangan kerja untuk alumni ilmu pustaka," tambah Tulus Wulan Juni, Pustakawan Dinas Perpustakaan Makassar. Baca juga: Berdampak pada Literasi dan Ekonomi, Mini Pustaka Mart Masuk 6 Besar IMA 2022

Menurut Tulus, magang ini berbeda dari yang lainnya. Magang Mandiri bukan dari segi keilmuan, tapi untuk mengadaptasi SDM terhadap lingkungan kerja.

"Jadi, mereka diuji dalam menghadapi birokrasi, pelayanan masyarakat yang kompleks, sarana perpustakaan yang sudah standar. Yang bertahan di sekolah itu sudah terpatri di jiwanya, minimal terdaftar di Dapodik. Sebab, penempatan di setiap sekolah hanya 1-6 bulan," katanya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3154 seconds (10.55#12.26)