Rudy Minta Aparat Tak Sulitkan Warga Saat Penerapan Pembatasan Wilayah
Rabu, 08 Juli 2020 - 16:57 WIB
loading...
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin saat menghadiri rapat koordinasi bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta aparat perbatasan untuk tidak menyulitkan masyarakat pada saat penerapan pembatasan pergerakan lintas antar daerah yang mulai diujicoba pada Jumat, (09/07/2020) mendatang.
Menurutnya, metode pemeriksaan dokumen harus berlangsung mudah dan cepat sehingga tidak menimbulkan antrean kendaraan panjang yang memicu terjadinya kemacetan.
Baca Juga: Temui Pj Wali Kota, IDI Apresiasi Gerakan Bersama Lawan COVID-19
“Hari ini kita sosialisasikan, Insyaallah besok hingga lusa kita uji coba. Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga penerapan di hari Sabtu nanti. Saat ini Tim Tugas Penegakan Disiplin di bawah pimpinan Pak Sabri (Asisten Pemerintahan) terus bekerja berkordinasi dengan seluruh Forkopimda," katanya.
"Kemarin saya juga menemui Pak Bupati Maros dan Pak Bupati Gowa terkait rencana penerapan Perwali yang nantinya tentu berdampak pada daerah tetangga kita," jelas dia.
Namun dirinya menekankan yang paling penting yakni kepada aparat di perbatasan agar jangan menyulitkan masyarakat.
"Bikin metode agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, cukup periksa dokumen yang diperlukan saja, serta memperbanyak titik pemeriksaan sehingga antrian tidak panjang,” ujar Prof Rudy.
Menurutnya, metode pemeriksaan dokumen harus berlangsung mudah dan cepat sehingga tidak menimbulkan antrean kendaraan panjang yang memicu terjadinya kemacetan.
Baca Juga: Temui Pj Wali Kota, IDI Apresiasi Gerakan Bersama Lawan COVID-19
“Hari ini kita sosialisasikan, Insyaallah besok hingga lusa kita uji coba. Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga penerapan di hari Sabtu nanti. Saat ini Tim Tugas Penegakan Disiplin di bawah pimpinan Pak Sabri (Asisten Pemerintahan) terus bekerja berkordinasi dengan seluruh Forkopimda," katanya.
"Kemarin saya juga menemui Pak Bupati Maros dan Pak Bupati Gowa terkait rencana penerapan Perwali yang nantinya tentu berdampak pada daerah tetangga kita," jelas dia.
Namun dirinya menekankan yang paling penting yakni kepada aparat di perbatasan agar jangan menyulitkan masyarakat.
"Bikin metode agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, cukup periksa dokumen yang diperlukan saja, serta memperbanyak titik pemeriksaan sehingga antrian tidak panjang,” ujar Prof Rudy.
Lihat Juga :