Pembunuhan ASN di Semarang Masih Misterius, Polisi Periksa Seorang Dukun

Selasa, 01 November 2022 - 23:29 WIB
loading...
Pembunuhan ASN di Semarang Masih Misterius, Polisi Periksa Seorang Dukun
Pembunuhan terhadap ASN Pemkot Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo masih diselidiki polisi. Foto/iNews TV/Kristadi
A A A
SEMARANG - Kasus pembunuhan terhadap seorang ASN di lingkungan Pemkot Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo, masih menyisakan banyak misteri. Untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, polisi kini tengah memeriksa seorang dukun atau paranormal.

Baca juga: Polisi Periksa Saksi Baru Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang

Dukun tersebut, merupakan saksi baru dalam kasus pembunuhan terhadap ASN yang bekerja di Bapenda Kota Semarang tersebut. Pembunuhan sadis ini terjadi, menjelang Paulus Iwan Boedi Prasetijo dilantik sebagai Kabid 2 Pajak Bapenda Kota Semarang.



Korban pembunuhan ini, diketahui merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi alih lahan Pemkot Semarang, pada tahun 2010 silam. Hingga dua bulan sejak penemuan jenazah Paulus Iwan Boedi Prasetijo, polisi telah memeriksa 30 saksi.

Baca juga: Polisi Periksa Saksi Baru Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang

Puluhan saksi tersebut, merupakan teman korban, serta pihak lain yang diduga mengetahui kejadian pembunuhan tersebut. Selain itu, polisi juga memeriksa seorang dukun berinisial MK.

Kasat reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lubantoruan mengungkapkan, MK diperiksa berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi lain. "Ada percakapan yang mengarah untuk menjegal korban, agar tidak menjabat sebagai Kabid Pajak Bapenda Kota Semarang," tuturnya.

Baca juga: Polisi Periksa Saksi Baru Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang

Pemeriksaan terhadap dukun tersebut, juga dibenarkan oleh kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iqbal Al Qudusy. Menurutnya, pemeriksaan terhadap MK untuk mengungkap motif lain selain dugaan kasus korupsi.

Ada dua saksi dari rekan korban yakni NR dan YG, yang mencabut keterangannya di Polrestabes Semarang. Polisi memastikan akan memperkuat kesaksian, dan alat bukti untuk mengarah pelaku pembunuhan.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1990 seconds (11.97#12.26)