Kekeringan Warga Pali Terpaksa Gunakan Air Kotor untuk MCK
Selasa, 07 Juli 2020 - 06:03 WIB
loading...
Kekeringan telah melanda Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Meskipun belum memasuki musim kemarau,namun warga kesulitan mendapatkan air bersih. Foto iNews TV/Bisrun
A
A
A
PALI - Kekeringan telah melanda Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Meskipun belum memasuki musim kemarau,namun warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk keperluan mencuci, masak dan mandi cuci kakus (MCK), warga terpaksa memanfaatkan sumber air seadanya. Termasuk menggunakan air rawa/ lebung (danau) yang nampak kotor.
Hal tersebut menjadi satu-satunya pilihan, selain berharap hujan dari langit mengisi gentong dan wadah yang mereka sediakan.
Kondisi yang memprihatinkan itu, salah satunya dialami oleh warga di Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ). Setiap pagi dan petang mereka berduyun duyun membawa jeriken dan ember mengambil air dari genangan air di sekitar kediaman mereka.
Volume air yang tak banyak serta kondisinya yang kotor tak mengurungkan mereka untuk 'berebut' sumber air itu demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. (Baca: Suami yang Digelandang Istri dari Hotel Ditetapkan Tersangka)
Menurut Satiman, salah watu warga, tak ada pilihan lain bagi mereka selain memanfaatkan sumber air itu. Terutama untuk mandi dan mencuci. Sedangkan sumur gali tak bisa dibuat di sana, karena kondisi tanah yang rapuh dan mudah longsor.
"Mungkin bisanya sumur bor, Pak. Tapi biayanya sangat mahal. Tak terjangkau oleh kami. Sedangkan PDAM juga tak banyak yang pasang. Jikapun ada yang memasang, sangat jarang mengalir," tuturnya, Senin sore (6/7/2020).
Bahkan, tambah pria yang berasal dari Jawa itu, informasi dari tetangganya yang memasang PDAM, sudah seminggu ini, penyedia air bersih berbayar itu tak mengalirkan air setetes pun.
Hal tersebut menjadi satu-satunya pilihan, selain berharap hujan dari langit mengisi gentong dan wadah yang mereka sediakan.
Kondisi yang memprihatinkan itu, salah satunya dialami oleh warga di Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ). Setiap pagi dan petang mereka berduyun duyun membawa jeriken dan ember mengambil air dari genangan air di sekitar kediaman mereka.
Volume air yang tak banyak serta kondisinya yang kotor tak mengurungkan mereka untuk 'berebut' sumber air itu demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. (Baca: Suami yang Digelandang Istri dari Hotel Ditetapkan Tersangka)
Menurut Satiman, salah watu warga, tak ada pilihan lain bagi mereka selain memanfaatkan sumber air itu. Terutama untuk mandi dan mencuci. Sedangkan sumur gali tak bisa dibuat di sana, karena kondisi tanah yang rapuh dan mudah longsor.
"Mungkin bisanya sumur bor, Pak. Tapi biayanya sangat mahal. Tak terjangkau oleh kami. Sedangkan PDAM juga tak banyak yang pasang. Jikapun ada yang memasang, sangat jarang mengalir," tuturnya, Senin sore (6/7/2020).
Bahkan, tambah pria yang berasal dari Jawa itu, informasi dari tetangganya yang memasang PDAM, sudah seminggu ini, penyedia air bersih berbayar itu tak mengalirkan air setetes pun.
Lihat Juga :