alexametrics

Suku Tengger Rayakan Yadnya Kasada, Warga Luar Dilarang ke Bromo

loading...
Suku Tengger Rayakan Yadnya Kasada, Warga Luar Dilarang ke Bromo
Warga Suku Tengger yang hendak merayakan Yadnya Kasada di puncak Gunung Bromo mendapatkan masker gratis. Foto/INEWSTv/Jaka Samudra
A+ A-
PASURUAN - Hari raya Yadnya Kasada jatuh pada Selasa (7/7/2020) dini hari. Selama hari raya Yadnya Kasada pengunjung dilarang masuk ke kawasan Gunung Tromo.

Hanya warga Suku Tengger yang boleh mengikuti ritual Yadnya Kasada ini dengan protokol kesehatan. Petugas membagi tiga lapis penyekatan bagi pengunjung mulai dari wilayah bawah sampai pintu masuk Bromo.

Salah tujuan penyekatan pengunjung ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Salah satu penyekatan bagi warga bukan Suku Tengger yang akan menyaksikan upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo/ pada Selasa dini hari, yakni di Desa Wonokitri, Kecamata Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Para petugas gabungan ini melakukan penyekatan di sejumlah tempat untuk mengantisipasi ada warga dari luar warga mengikuti acara upacara Yadnya Kasada.



Camat Tosari Hari Hijroh Saputro mengatakna, warga yang beridentitas dekat dengan Gunung Bromo, yakni dari 11 desa di tiga kecamatan, antara Kecamatan Tosari, Puspo, dan Tutur bisa mengikuti atau melihat upacara Yadnya Kasada di Pura Agung dengan protokol kesehatan.

Selain itu, warga Suku Tengger harus memakai masker saat akan mengikuti upacara. Mereka diberi masker gratis dan tetap melakukan psyhcal distanting (jaga jarak fisik) saat perayaan Yadnya Kasada



"Penyekatan untuk warga bukan asli Suku Tengger ini dilakukan untuk menghindari kerumunan warga pada saat upacara yad nya kasada nanti dan memutus mata rantai pandemi COVID-19," kata Hari.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak