Keren! Tahanan Polda Jateng Dituntun Ngaji Alquran, One Day One Juz
Selasa, 25 Oktober 2022 - 15:40 WIB
loading...
Para tahanan Polda Jateng mengikuti ngaji Alquran lewat Program One Day Juz. Foto/Polda Jateng
A
A
A
SEMARANG - Polda Jateng membuat terobosan dalam membina tahanan, terutama yang beragama Islam. Sentuhan rohani dilakukan melalui mengaji Alquran melalui Program One Day One Juz.
Ngaji ini dilakukan dengan harapan menjadi refleksi ke depan para tahanan tak mengulangi perbuatannya. Sedangkan bagi tahanan penganut kepercayaan lainnya, ada program siraman rohani.
Baca juga: Kisah Sertu Surahman Mengajari Anak -anak Baca Tulis Alquran di Dusun Jatisari Grobogan
Hal itu dilakukan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jateng.
“Hafal 1 ayat saja kalau itu dilaksanakan (diamalkan) akan mengubah pola pikir mereka, pola bergaulnya, kepribadiannya,” kata Direktur Tahti Polda Jateng AKBP Fannky Ani Sugiharto ketika ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (25/10/2022).
Fannky yang sebelumnya sempat menjabat Kapolres Wonosobo itu mengaku dirinya bukan seorang muslim. Dia penganut Katolik. Namun, untuk hal-hal berkaitan dengan kerohanian itu, dia tidak membedakan. Salah satunya memang karena hak mereka, selain hak lain seperti pendidikan dan kesehatan yang harus dipenuhi.
Ngaji ini dilakukan dengan harapan menjadi refleksi ke depan para tahanan tak mengulangi perbuatannya. Sedangkan bagi tahanan penganut kepercayaan lainnya, ada program siraman rohani.
Baca juga: Kisah Sertu Surahman Mengajari Anak -anak Baca Tulis Alquran di Dusun Jatisari Grobogan
Hal itu dilakukan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jateng.
“Hafal 1 ayat saja kalau itu dilaksanakan (diamalkan) akan mengubah pola pikir mereka, pola bergaulnya, kepribadiannya,” kata Direktur Tahti Polda Jateng AKBP Fannky Ani Sugiharto ketika ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (25/10/2022).
Fannky yang sebelumnya sempat menjabat Kapolres Wonosobo itu mengaku dirinya bukan seorang muslim. Dia penganut Katolik. Namun, untuk hal-hal berkaitan dengan kerohanian itu, dia tidak membedakan. Salah satunya memang karena hak mereka, selain hak lain seperti pendidikan dan kesehatan yang harus dipenuhi.
Lihat Juga :