600 Industri Kecil di Blora Dihantam Badai COVID-19
Senin, 06 Juli 2020 - 18:48 WIB
loading...
600 Industri Kecil di Blora Dihantam Badai COVID-19
A
A
A
BLORA - Sektor ekonomi menjadi bagian yang terkena dampak serius akibat pandemi COVID-19 di Blora Jawa Tengah. Ratusan industri kecil dan menengah (IKM) tak lagi berpoduksi secara normal dan mengambil kebijakan merumahkan sebagian karyawannya.
“Pandemi COVID-19 kita rasakan sangat berat sekali akibat dari COVID-19 ini. Beberapa IKM yang ada di Kabupaten Blora yang jumlahnya sekira 11.984 ini terdampak pandemi COVID-19, sebanyak 54 persen,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Blora, Achmad Nurhidayat, Senin (6/7/2020).
Menurutnya, perlu dukungan semua lapisan masyarakat untuk memulihkan perputaran roda ekonomi. Gerakan berbelanja di tetangga serta membeli produk-produk IKM bakal menjadi tambahan energi bagi pelaku usaha kecil.
(Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Pesepeda di Solo Dihukum Senam )
“Oleh sebab itu para pelaku industri mengharapkan bantuan kesediaan dari pemerintah untuk bisa membangkitkan (ekonomi), minimal bisa menggerakkan pada masyarakat untuk berbelanja, membeli produk-produk yang sudah dikerjakan atau telah dibuat (IKM),” tambahnya.
“Pandemi COVID-19 kita rasakan sangat berat sekali akibat dari COVID-19 ini. Beberapa IKM yang ada di Kabupaten Blora yang jumlahnya sekira 11.984 ini terdampak pandemi COVID-19, sebanyak 54 persen,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Blora, Achmad Nurhidayat, Senin (6/7/2020).
Menurutnya, perlu dukungan semua lapisan masyarakat untuk memulihkan perputaran roda ekonomi. Gerakan berbelanja di tetangga serta membeli produk-produk IKM bakal menjadi tambahan energi bagi pelaku usaha kecil.
(Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Pesepeda di Solo Dihukum Senam )
“Oleh sebab itu para pelaku industri mengharapkan bantuan kesediaan dari pemerintah untuk bisa membangkitkan (ekonomi), minimal bisa menggerakkan pada masyarakat untuk berbelanja, membeli produk-produk yang sudah dikerjakan atau telah dibuat (IKM),” tambahnya.
Lihat Juga :