alexametrics

Pilkada Kabupaten Bandung Diprediksi Masih Diwarnai Aroma Pilpres

loading...
Pilkada Kabupaten Bandung Diprediksi Masih Diwarnai Aroma Pilpres
Direktur Lingkar Studi Informasi dan Demokrasi (eLSID), Dedi Barnadi. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A+ A-
BANDUNG - Aroma Pemilihan Presiden (Pilpres) diprediksi masih mewarnai ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Bandung yang rencananya digelar Desember 2020 mendatang.

Terbelahnya dua kekuatan besar yang terjadi saat Pilpres 2019 lalu diyakini masih bakal terjadi di Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Kondisi tersebut diyakini menjadikan ajang pesta demokrasi tersebut berlangsung sengit.

"Meski (elite) di atas sudah lebur, namun tidak bisa dipungkiri jika di bawah (masyarakat) masih terbelah, aroma pilpres masih akan cukup kental di Pilkada Kabupaten Bandung," ujar Direktur Lingkar Studi Informasi dan Demokrasi (eLSID), Dedi Barnadi di Bandung, Senin (6/7/2020).

Merujuk pada hasil Pilpres 2019 lalu, lanjut Dedi, raihan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul signifikan dibandingkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kabupaten Bandung. Prabowo-Sandi saat itu meraih 1.246.821 suara, sedangkan Jokowi-Ma'ruf 778.826 suara.



"Raihan suara pilpres ini menjadi salah satu dasar pemetaan kekuatan masing-masing pasangan calon di Pilkada Kabupaten Banding," imbuhnya.

(Baca juga:Genjot Jadi Zona Hijau, Swab Tes di Purwakarta Dilakukan Masif)



Melalui kajiannya, pihaknya memprediksi bahwa Pilkada Kabupaten Bandung 2020 menjadi ajang pertarungan tiga parpol besar, yakni PDIP, PKS, dan Golkar sebagai parpol penguasa di Kabupaten Bandung selama hampir dua dekade.

"Jika melihat pemetaan saat ini, tiga parpol itu lah yang nanti akan bersaing ketat," katanya.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak