Sempat Terpuruk karena Covid-19 hingga Dapat Rapor Merah, Pendidikan di Batanghari Bangkit
Kamis, 20 Oktober 2022 - 02:29 WIB
loading...
A
A
A
Upaya ini cukup berhasil. Para siswa yang kesulitan mendapatkan perangkat elektronik, bisa tetap belajar dengan cara para orang tua menjemput tugas di sekolah.
Baca: Menakar Merdeka Belajar sebagai Gerakan Revolusi Pendidikan
"Selama 2 tahun, itu kami lakukan. Kami juga mengalami learningless. Banyak siswa kami yang lebih memilih ke kebun, ada yang menikah dan pergi merantau. Setelah pandemi, kami coba bangkit," ungkapnya.
Semua cara untuk bangkit pun ditempuh. Mulai dengan memanfaatkan medsos sebagai sarana pembelajaran, seperti TikTok, hingga membuat Grup Facebook.
Di sekolah, para siswa juga digembleng untuk bisa menulis indah, baik dengan cara membuat puisi, hingga cerpen dan komik. Termasuk, meningkatkan minat baca para siswa, termasuk juga para orangtuanya.
"Yang merah di rapor itu menulisnya, jadi itu PR besar kita di pelajaran Bahasa Indonesia. Makanya kegiatan menulisnya yang harus digiatkan lagi, salah satunya dengan cara menulis puisi," sambungnya.
Baca: Realitas Kekurangan Guru dan Program Merdeka Belajar 2021
Hebatnya lagi, puisi siswa di tempatnya mengajar SMPN 21 Batanghari, berhasil dibukukan menjadi kumpulan puisi.
Setelah melalui berbagai tantangan itu, hasilnya tahun ini rapor pendidikan sekolah tingkat SD dan SMP sederajat di Batanghari, dari yang tadinya merah telah berganti warna menjadi hijau dan orange.
Baca: Menakar Merdeka Belajar sebagai Gerakan Revolusi Pendidikan
"Selama 2 tahun, itu kami lakukan. Kami juga mengalami learningless. Banyak siswa kami yang lebih memilih ke kebun, ada yang menikah dan pergi merantau. Setelah pandemi, kami coba bangkit," ungkapnya.
Semua cara untuk bangkit pun ditempuh. Mulai dengan memanfaatkan medsos sebagai sarana pembelajaran, seperti TikTok, hingga membuat Grup Facebook.
Di sekolah, para siswa juga digembleng untuk bisa menulis indah, baik dengan cara membuat puisi, hingga cerpen dan komik. Termasuk, meningkatkan minat baca para siswa, termasuk juga para orangtuanya.
"Yang merah di rapor itu menulisnya, jadi itu PR besar kita di pelajaran Bahasa Indonesia. Makanya kegiatan menulisnya yang harus digiatkan lagi, salah satunya dengan cara menulis puisi," sambungnya.
Baca: Realitas Kekurangan Guru dan Program Merdeka Belajar 2021
Hebatnya lagi, puisi siswa di tempatnya mengajar SMPN 21 Batanghari, berhasil dibukukan menjadi kumpulan puisi.
Setelah melalui berbagai tantangan itu, hasilnya tahun ini rapor pendidikan sekolah tingkat SD dan SMP sederajat di Batanghari, dari yang tadinya merah telah berganti warna menjadi hijau dan orange.
(san)
Lihat Juga :