Provokasi Perusakan Tugu, Warga PSHT Diminta Menahan Diri
Minggu, 05 Juli 2020 - 21:20 WIB
loading...
Sejumlah tugu lambang perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen, Jateng kembali dirusak oknum tidak bertanggungjawab pada Minggu (5/7/2020). Foto/iNews TV/Joko Piroso
A
A
A
SRAGEN - Sejumlah tugu lambang perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) kembali dirusak oknum tidak bertanggungjawab pada Minggu (5/7/2020). Tindakan ini diduga sengaja untuk membuat situasi wilayah Kabupaten Sragen , Jateng tidak kondusif dan mencekam.
Informasi yang dihimpun, sejumlah tugu perguruan silat yang berada di tiga kecamatan yakni Mondokan, Gesi dan Sukodono dirusak oknum yang bertanggungjawab. Perusakan ini dilakukan secara beramai-ramai. (Baca juga: Kapolda Minta Sengketa PSHT di Madiun Bisa Diselesaikan Secara Damai)
Namun pihak kepolisian berupaya cepat mengamankan kondisi sehingga tidak sampai terjadi keributan. Selain itu sekitar 80 kendaraan roda dua yang diduga digunakan untuk konvoi diamankan petugas. (Baca juga: KM Kasih 25 Karam Dihantam Ombak, Puluhan Penumpang Hilang)
Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan agar semua pihak untuk menahan diri. Permasalahan di lapangan sudah ditangani pihak kepolisian. ”Kami mengimbau pada teman-teman ini sudah kami tangani. Mohon masing-masing mengerem diri jangan sampai berkelanjutan dan merugikan banyak pihak,” tuturnya.
Lantas dia meminta masyarakat menyerahkan masalah tersebut pada pihak yang berwenang. Target utama dalam hal ini menjaga kondusifitas di Sragen. Kepolisian masih mendata pelaku perusakan maupun sepeda motor yang disita.
Informasi yang dihimpun, sejumlah tugu perguruan silat yang berada di tiga kecamatan yakni Mondokan, Gesi dan Sukodono dirusak oknum yang bertanggungjawab. Perusakan ini dilakukan secara beramai-ramai. (Baca juga: Kapolda Minta Sengketa PSHT di Madiun Bisa Diselesaikan Secara Damai)
Namun pihak kepolisian berupaya cepat mengamankan kondisi sehingga tidak sampai terjadi keributan. Selain itu sekitar 80 kendaraan roda dua yang diduga digunakan untuk konvoi diamankan petugas. (Baca juga: KM Kasih 25 Karam Dihantam Ombak, Puluhan Penumpang Hilang)
Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan agar semua pihak untuk menahan diri. Permasalahan di lapangan sudah ditangani pihak kepolisian. ”Kami mengimbau pada teman-teman ini sudah kami tangani. Mohon masing-masing mengerem diri jangan sampai berkelanjutan dan merugikan banyak pihak,” tuturnya.
Lantas dia meminta masyarakat menyerahkan masalah tersebut pada pihak yang berwenang. Target utama dalam hal ini menjaga kondusifitas di Sragen. Kepolisian masih mendata pelaku perusakan maupun sepeda motor yang disita.
Lihat Juga :