Tokoh Aremania Minta TGIPF Tragedi Kanjuruhan Ungkap Fakta untuk Tegakkan Hukum Seadil-adilnya
Minggu, 09 Oktober 2022 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai warga Malang kalau ada fakta yang terselubung sampai titik darah penghabisan akan saya mengawal ini. Saya gak pengen apa-apa supaya kalau hukum ditegakkan seadil-adilnya dalam keputusan itu bisa menyirami luka untuk korban," jelasnya.
Anto Baret menambahkan keadilan korban harus diutamakan dalam investigasi peristiwa tersebut. Pasalnya banyak yang menunggu hasil investigasi dari tim bentukan pemerintah. Semakin cepat fakta sesungguhnya terungkap, maka hal itu akan bisa mendinginkan bumi Arema.
"Kalau tidak ada keadilan, tentu luka itu akan tetap menganga. Untuk itu, kami berharap pak presiden dan tim bisa mengungkap ini semua sesuai fakta," tandasnya.
Tak sampai di situ saja, Anto juga mengajak seluruh suporter di Indonesia untuk turut mengawal kasus tersebut. Dirinya tak ingin, kasus tersebut justru berakhir tanpa ada fakta yang sebenarnya terungkap. "Sampai titik darah penghabisan saya akan terus mengawalnya" pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
Anto Baret menambahkan keadilan korban harus diutamakan dalam investigasi peristiwa tersebut. Pasalnya banyak yang menunggu hasil investigasi dari tim bentukan pemerintah. Semakin cepat fakta sesungguhnya terungkap, maka hal itu akan bisa mendinginkan bumi Arema.
"Kalau tidak ada keadilan, tentu luka itu akan tetap menganga. Untuk itu, kami berharap pak presiden dan tim bisa mengungkap ini semua sesuai fakta," tandasnya.
Tak sampai di situ saja, Anto juga mengajak seluruh suporter di Indonesia untuk turut mengawal kasus tersebut. Dirinya tak ingin, kasus tersebut justru berakhir tanpa ada fakta yang sebenarnya terungkap. "Sampai titik darah penghabisan saya akan terus mengawalnya" pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
Lihat Juga :